Rainbow Warrior, 'Prajurit' Penjaga Lingkungan dari Greenpeace. Foto: greenpeace ID
Rainbow Warrior, ‘Prajurit’ Penjaga Lingkungan dari Greenpeace.
Foto: greenpeace ID

Jakarta, Media Publica – Kapal Rainbow Warrior telah merapat di dermaga Tanjung Priok Jakarta dan terbuka untuk masyarakat umum pada 8-9 Juni 2013.

Kapal baru milik organisasi pencinta lingkungan Greenpeace ini, berlabuh dalam rangka mengkampanyekan perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia. Hal ini menjadi salah satu rangkaian dari tur panjang Greenpeace dalam mengkampanyekan “Defending Our Oceans.” Tur untuk Indonesia ini diawali dari Jayapura, berlanjut ke Manokwari, Raja Ampat, Benoa, hingga tiba di Jakarta.

“Kami berlayar dalam rangka mengkampanyekan keanekaragaman hayati di Indonesia, khususya di Indonesia Timur. Baik di darat berupa hutan dan laut dengan segala isinya. Kita tidak bisa menyelamatkan laut kalau tidak juga bisa menjaga hutan. Kita prihatin dengan ilegal logging dan ileggal fishing,” ungkap Dian Wasaranka, Media Campaigner Greenpeace Indonesia

Kapal yang pertama kali di luncurkan di Hamburg, Jerman ini memiliki sejarah unik. Rainbow Warrior merupakan kapal generasi III yang dipakai oleh Greenpeace. Rainbow Warrior I dibom pada tahun 1985 saat dipakai untuk berkampanye menghentikan uji coba nuklir di Pasifik. Kapal ini kemudian digantikan dengan Rainbow Warrior II. Usai mengarungi lautan sepanjang 22 tahun, Rainbow Warrior II ini harus pensiun pada 16 Agustus 2011. Pada 14 Oktober 2011, Greenpeace kembali memiliki Rainbow Warrior yang dikenal dengan Rainbow Warrior III yang sempat mampir di Tanjung Priok ini.

Kapal ini tergolong sangat cepat sama seperti halnya kapal industri. Dengan perahu aksi yang bisa ditempuh dalam hitungan menit, termasuk ketika dalam kondisi gelombang setinggi 3,5 meter. “Kapal ini juga dilengkapi dengan landasan helikopter. Karena jaraknya cuma dua meter dari badan kapal, kami butuh pilot heli yang benar-benar jago. Heli ini sangat penting utnuk mendukung operasi di tempat penangkapan ikan ilegal dan pelabuhan kapal penghasil kayu ilegal,” imbuh Dian kemudian.

Kapal ini didesain mampu membawa peralatan yang beratnya hingga delapan ton. Dilengkapi pula dengan ruang komunikasi yang memiliki akses jaringan komunikasi melalui satelit. Dengan ini, Greenpeace mampu menampilkan video siaran langsung dari lokasi kejahatan lingkungan ke media-media dunia.

Uniknya lagi, kapal ini dikenal sebagai kapal paling ramah lingkungan di kategorinya. Kapal ini memiliki layar utama di bawah tenaga angin. Tinggi tiang 55 meter dengan sistem tiang canggih yang bisa membawa kapal berlabuh secara konvensional dengan menggunakan tenaga alam. “Sebagian besar dari perjalanan dengan kapal ini dilakukan dengan tenaga angin. Kami bersikap keras untuk tetap hemat energi dan tidak mencemari laut. Kami belajar dari pelaut-pelaut Indonesia zaman dahulu yang mampu berlayar jauh dengan kekuatan alam,” ungkap Dian.

Kapal ini dilengkapi juga dengan tempat pengolahan limbah serta sistem penyaringan biologi untuk air bersih dan mampu mendaur ulang air kotor. Kapal dibuat dengan bahan-bahan yang ramah lingkungan. Tak heran bila Rainbow Warrior III mendapat predikat hijau dan Paspor Hijau.

Menurut Greenpeace, Indonesia merupakan satu dari 17 negara dunia dengan kekayaan paling beragam. Lautan Indonesia mejadi salah satu yang paling beragam mulai dari pesisir hingga lautan dalamnya. Wilayah perairan Indonesia adalah rumah bagi 590 spesies karang keras. Setidaknya ada 2.200 ikan karang yang telah teridentifikasi. Bahkan 10% hutan hujan dunia terhampar di wilayah Indonesia. Permasalahannya, kekayaan keaneka-ragam hayati lautan tersebut terancam rusak, belum lagi hutan Indonesia dengan tingkat deforestasi yang paling cepat dibandingkan negara lain di seluruh dunia.

Menurut laporan PBB yang dirilis dalam Panel TIngkat Tinggi, kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tercantum di sana, menegaskan lagi relasi kuat antara perlindungan keanekaragaman hayati dengan pertumbuhan ekonomi. Greenpeace meyakini pada jalur ini pemerintah, swasta, dan gerakan masyarakat harus seiring untuk merumuskan solusi yang paling tepat.

“Rainbow Warrior berada di Indonesia sebagai dukungan pada inisiatif Presiden SBY dalam melindungi keanekaragaman hayati Indonesia,” ungkap Kepala Greenpeace Indonesia, Longgena Ginting.

Sumber : the-marketeers.com

Editor: Kris Aji Irawan

 

656 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *