seringai-backgroundJakarta, Media Publica – Sebelas tahun sudah Seringai berkarya dalam musik hardcore Indonesia. Band yang digawangi Arian13 (vokal), Ricky Siahaan (gitar), Sammy Bramantyo (bass) dan Edy Khemod (drum) ini mulai berkarya sejak  tahun 2002. Beberapa album milik mereka yang cukup hits di pasaran antara lain “serigala militia” yang merupakan album rock terbaik tahun 2007-2008 dan “ Taring” yang masuk dalam 25 musisi paling berpengaruh.

Seringai sebagai band hardcore terkenal dengan liriknya yang kritis, skeptis, dan aspiratif. Seperti dimunculkan dalam ‘bermain tuhan’, dalam lagu ini Seringai mencoba berceloteh tentang pemerintah yang merasa persepsi mereka yang paling benar sehingga dianalogikan bermain tuhan. Dalam lagu ini seringai menggambarkan kemunduran bangsa dalam liriknya ‘selangkah maju kedepan, empatlangkah kebelakang, kita takkan beranjak.’

Tak berbeda jauh ‘Tragedi’ yang menjadi salah satu single dari album berjudul taring inipun mengkritisi tentang pemerintah, politisi, dan para tokoh yang melontarkan pemikiran yang keliru. Lagu ini menggambarkan logika sampah yang sering dituturkan para tokoh dan petinggi negri, bahwa jika pemikiran yang keliru ini terus dibiarkan maka akan menjadi sebuah tragedi.

Namun lirik yang dilantunkan Seringai tak hanya mengkritisi pemerintah tetapi juga kehidupan sosial, seperti dalam ‘citra natural’. Melalui lagu ini seringai mencoba untuk mengungkapkan tentang citra seorang wanita yang tereksploitasi oleh media. Di sini Seringai ingin menyampaikan bahwa menjadi apa adanya adalah yang terpenting.

 

Penulis: Mega Pratiwi

Editor: Cheppy Setiawan

1,551 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *