Jakarta (08/05), Ega De Melaz (kiri), Nungky Rizky Respati (tengah), Andrew (kanan), adalah ketiga calon Ketua Senat dalam Debat Terbuka Kandidat Ketua Senma Fikom yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Raya (KPR), UPDM(B), Jakarta. (Foto : MediaPublica/Dadde)
Jakarta (08/05), Ega De Melaz (kiri), Nungky Rizky Respati (tengah), Andrew (kanan), adalah ketiga calon Ketua Senat dalam Debat Terbuka Kandidat Ketua Senma Fikom yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Raya (KPR), UPDM(B), Jakarta.
(Foto : MediaPublica/Dadde)

Jakarta, Media Publica – Komisi Pemilihan Raya (KPR) gelar Debat Terbuka Kandidat Ketua Senat Mahasiswa, Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) periode 2013-2014. Debat terbuka yang diadakan pada Rabu (08/05) di Pelataran Parkir Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) ini bertujuan untuk memfasilitasi keingintahuan para mahasiswa umum kepada ketiga kandidat yaitu, Nungky Rizky Respati (Merah), Ega De Melaz (Biru), dan Andrew (Hijau).

Debat terbuka sebagai wadah uji kompetensi para calon ketua Senma Fikom, berlangsung dengan sangat panas. Berbagai pertanyaan dilontarkan oleh para mahasiswa yang hadir pada acara tersebut. Kekritisan para mahasiswa itu pun dirasakan oleh para kandidat.

“Sebenarnya saya sudah berpikir kalau mereka akan lebih kritis dan bahkan jauh lebih kritis dari ini nantinya,” ujar Nungky Rizky Respati, yang merupakan salah satu kandidat ketua senat.

Namun, antusias para mahasiswa juga diiringi dengan ketidakpuasan pada pelaksanaan debat tersebut. Pasalnya, karena letak tempat debat yang berada di pelataran parkir dan bersampingan langsung dengan jalan raya, membuat kondisi justru tidak kondusif. Suara bising jalanan membuat suara para kandidat kurang terdengar, ditambah dengan fasilitas speaker dan microphone yang tidak maksimal.

“Tidak menyalahkan KPR juga, cuma mungkin kurang persiapan ya,” komentar Priscilia Elisabeth Manoppo, Mahasiswa Fikom 2011 yang menghadiri debat kandidat tersebut dan juga merupakan salah satu anggota Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fikom UPDM(B).

Hal tersebut tidak dipungkiri oleh Rama Rosya, selaku Ketua KPR 2013. Wanita yang kerap disapa Amon ini pun tidak mengelak mengenai berbagai kekurangan yang terjadi. Namun, pemilihan tempat untuk debat sendiri sudah dipertimbangkan dengan alasan agar para mahasiswa dapat ikut serta dalam debat terbuka ini.

“Pointnya ada untuk menarik minat mahasiswa yang notabene justru lebih sering lalu lalang lewat jalan ini,” ucap Amon.

Selain itu, Ia juga menambahkan debat kandidat ini justru lebih ramai daripada debat kandidat tahun lalu, dan banyak mahasiswa umum yang ikut serta dalam acara ini.

Reporter: Dwi Retnaningtyas
Editor: Rizky Damayanti

 2,463 total views,  4 views today

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.