Jakarta, Media Publica – Joe Biden baru saja memastikan diri sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46 pada Sabtu (7/11). Ia berhasil mengungguli petahana, Donald Trump dengan meraih 290 suara elektoral.

Meski belum dilantik secara resmi, Biden sudah membawa angin segar terhadap perekonomian dunia. Sebab, sudah banyak investor dan pebisnis yang percaya perekonomian bisa bangkit di tangan Biden.

Calon Presiden Joe Biden dan calon Wakil Presiden Kamala Harris beserta keluarga merayakan kemenangan mereka dalam Pemilihan Raya AS 2020 di Wilmington, Delaware, AS, Sabtu (7/11). (Foto: Getty Images)

Christopher Stanton, Kepala Investasi di Sunrise Capital Partners mengungkap, terpilihnya calon presiden dari Partai Demokrat ini pengaruhi sentimen positif di berbagai bidang, khususnya pasar modal. Ia menilai Biden bisa membangkitkan ekonomi yang sedang lesu.

“Biden adalah kabar baik bagi pasar. Kami semua sudah lelah dengan fluktuasi harga pasar yang tidak jelas akibat tweet Trump,” ujarnya kepada Reuters, Minggu (8/11).

Sentimen positif tidak hanya dirasakan oleh warga AS semata, sentimen ini juga menyebar dengan cepat ke seluruh dunia, termasuk Indonesia. Bahkan, terpilihnya Biden diyakini bisa mengurangi dampak resesi yang sudah terjadi.

“Dengan kemenangan Joe Biden yang berasal dari Partai Demokrat, bisa dipastikan Pemerintahan Amerika Serikat bakal melakukan banyak strategi untuk mengatasi situasi ini. Salah satunya melakukan belanja yang cukup ekspansif untuk menstimulus perekonomian,” ungkap Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Abra el Talattov seperti dikutip dari Liputan6.com.

Abra menambahkan, dengan meningkatnya proses jual-beli bisa memperbanyak peredaran uang yang berada di masyarakat. Dengan begitu, perekonomian bisa bangkit perlahan dari keterpurukan akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Di sisi lain, kemenangan Biden bisa mengurangi perang dagang yang sering dilakukan Trump ketika masih menjabat. Biden diyakini lebih terbuka terhadap investor asing dan tidak menutup pintu untuk siapapun.

Selain itu, Indonesia diprediksi bisa keluar dari jurang resesi apabila bisa mengambil langkah yang tepat untuk memicu geliat perekonomian. Pasalnya, pergerakkan pasar modal saja tidak cukup untuk membantu Indonesia keluar dari resesi yang sedang dialami.

Sumber: Dari berbagai sumber

Reporter: Dzaky Nurcahyo

Editor: Media Publica

 216 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.