Jakarta, Media Publica – NET TV sukses menyelenggarakan acara JATANRAS Goes to Campus secara daring menggunakan aplikasi Zoom pada Kamis (15/10). Acara yang bertujuan untuk menyambut episode ke-100 program JATANRAS ini menghadirkan lima pembicara, yakni Untung Pranoto Direktur Konten NET TV, Dede Apriadi Pemimpin Redaksi NET TV, Haris Noldy dan Achmad Suwardi sebagai Produser Program JATANRAS, serta Aiptu Jakaria atau biasa dipanggil Jacklyn Choppers, sang pembawa acara program JATANRAS.

Suasana acara JATANRAS Goes to Campus yang diadakan NET TV secara daring melalui aplikasi Zoom, Kamis (16/10). (Foto: Media Publica/Kevino)

Acara yang diadakan sekitar dua jam ini turut mengikutsertakan mahasiswa dari beberapa kampus yang berbeda. Adapun kampus-kampus tersebut ialah Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Universitas Budi Luhur, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.

Acara dibagi menjadi dua sesi, untuk sesi pertama diisi oleh Untung Pranoto serta Dede Apriadi. Untung Pranoto mengawali acara dengan menceritakan proses kreatif di balik suatu program televisi. Menurutnya sebelum membuat suatu program, ketahui dulu apa yang penonton televisi Indonesia ingin tonton.

Ia mengambil contoh bahwa penonton televisi di Indonesia memiliki keingintahuan mengenai dunia kriminalitas cukup tinggi serta menyukai hal-hal yang berbau kekerasan. Maka dari itu, hadirlah program JATANRAS yang berisikan liputan pemberantasan kriminalitas yang dibungkus secara menarik serta memiliki pesan edukatif di dalamnya.

Selanjutnya, Dede Apriadi, menyampaikan bahwa ide awal terbentuknya program JATANRAS sendiri terinspirasi oleh unit kejahatan dan kekerasan (Jatanras) yang ada dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Ia pun turut menjelaskan perbedaan program ini dengan program 86 yang sama-sama mengikutsertakan Polri.

“Kalau 86 memang tentang kepolisian tapi fokus ke unsur human interest-nya. Sementara JATANRAS lebih kepada penindakan hukum terkait kejahatan dan kekerasan,” ujarnya.

Dede menambahkan program JATANRAS ini memiliki rating yang sangat baik serta perkembangan yang terus meningkat sehingga berhasil mempertahankan eksistensinya. Kendati demikian, program ini tidak hanya mengandalkan rating semata, tetapi memiliki fungsi edukatif yang jauh lebih penting.

“Kami ingin memberitahu bahwa semua kejahatan dapat dilawan dan harus dilawan, dalam konteks ini polisilah yang melawan. Namun masyarakat pun bisa melawan dengan cara berani melapor jika ada tindak kejahatan terjadi,” terangnya.

Aiptu Jakaria atau kerap disapa Bang Jack, sang pembawa acara program JATANRAS. (Foto: Media Publica/Kevino)

Kemudian untuk sesi kedua diisi oleh Jacklyn Choppers, Haris Noldy, serta Achmad Suwardi yang bercerita mengenai pengalaman menariknya saat membuat program JATANRAS. Salah satunya yakni ketika Jacklyn Choppers atau kerap disapa Bang Jack, baru saja menyelesaikan kasus pencurian, tetapi dirinya justru menjadi korban pencurian.

Saat itu, pencuri memecahkan kaca mobil Jacklyn yang terparkir di pinggir jalan dan mengambil barang-barang berharga yang ada di dalam. Tak lama setelah itu, pencuri berhasil ditangkap dan pencuri tersebut mengaku tidak sadar mobil yang menjadi sasarannya adalah milik polisi.

Tak lupa, Achmad Suwardi memberi pesan bagi para wartawan yang turun langsung ke lapangan dengan situasi yang sama. Menurutnya dalam meliput berita kriminal, ada dua hal yang perlu diperhatikan. Pertama, saat proses produksi berlangsung wartawan harus sangat menjaga keselamatan diri ketika meliput bersama polisi. Kedua, wartawan perlu mengamankan diri pasca liputan dengan merahasiakan identitas saat meliput.

“Tidak ada berita seharga nyawa sebab keselamatanlah hal utama yang harus kita jaga,” tuturnya.

Iga Huda Fakhirah, mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) yang ikut hadir sebagai peserta turut menyampaikan pendapat mengenai acara ini. Ia berujar bahwa selain mengikuti acara ini karena arahan dari kampusnya, juga karena ingin mendapat pengetahuan baru di bidang jurnalistik.

“Acaranya seru sih menurut gue, cuma sempat sedikit kendala gak ada suara. Intinya gue jadi tau proses kreatif di balik layar program JATANRAS dan jadi lebih tau tentang Bang Jack, host dari acara itu sendiri,” ucapnya.

Senada dengan Iga, Angela Irena Situmorang yang juga mahasiswi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), mengatakan bahwa dalam acara ini ia dapat belajar bagaimana caranya bertahan dalam menghadapi perkembangan dan bersaing dengan acara-acara lain serta mengetahui tips menciptakan sebuah program acara. Ia pun menuturkan harapannya agar program JATANRAS dan NET TV semakin sukses kedepannya.

“Semoga NET TV semakin sukses dan bisa membuat program yang lebih kreatif lagi. Untuk JATANRAS semoga tetap menjadi program acara yang menarik untuk ditonton dan bermanfaat bagi orang banyak,” tutupnya.

Selain sesi gelar wicara dengan beberapa narasumber terkait, adapula sesi tanya jawab bersama peserta yang kemudian dilanjut dengan kuis berhadiah. Tercatat ada sekitar 330 orang yang bergabung dalam Zoom hingga acara usai.

Reporter: Kevino Dwi Velrahga

Editor: Media Publica

 204 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.