Jakarta, Media Publica – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Diamma Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) kembali menggelar acara tahunan mereka yang bertajuk “Pelatihan Jurnalistik 2020” pada Sabtu (1/8) lalu. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, tahun ini mereka menggelar acara secara daring menggunakan aplikasi Zoom.

Rahma Anggraini selaku Ketua Pelaksana Pelatihan Jurnalistik 2020 menuturkan bahwa tujuan dari acara ini adalah untuk meningkatkan eksistensi dan kredibilitas dari LPM Diamma itu sendiri. Dengan mengangkat tema ‘Menjadi Jurnalis Kreatif di Era Digital’, LPM Diamma ingin memberikan ilmu jurnalistik kepada masyarakat, khususnya kepada mahasiswa maupun orang yang baru atau ingin memasuki ranah jurnalistik.

Bukan tanpa suatu alasan mengapa Pelatihan Jurnalistik 2020 ini diadakan secara daring. Menurut Rahma, keadaan yang tidak memungkinkan karena pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) menjadi alasan utama. “Agak risky jika diadakan secara offline. Kita tidak mau mengambil resiko apabila nantinya ada yang terkena COVID-19,” ucap Rahma.

Poster Pelatihan Jurnalistik 2020 yang diadakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom pada Sabtu (1/8/2020).

Acara yang berdurasi kurang lebih tiga jam ini menghadirkan sesi diskusi interaktif yang dibagi menjadi dua sesi. Diawali dengan pemutaran video sambutan dari Rektor UPDM(B) juga petinggi LPM Diamma, dilanjutkan dengan sesi diskusi bersama Azizah Hanum selaku News Anchor CNN Indonesia dan sesi seminar dari Ardhi Suryadhi selaku Vice Editor-in-Chief detikcom.

Azizah Hanum, yang sebelumnya pernah menjadi Produser di Trax FM pada tahun 2012, menjelaskan bahwa perkembangan jurnalistik di era digitalisasi menciptakan iklim perubahan pola konsumsi dari media konvensional ke digital.

Selain membicarakan tentang perkembangan jurnalistik, Hanum juga memberikan tips public speaking yang baik dan benar. Menurutnya, 41% responden takut berbicara di depan umum karena kebanyakan orang takut jika bertemu atau berkenalan dengan orang baru. 

“Itu hal yang wajar ketika orang merasa takut untuk pertama kali buat berbicara di depan umum. Orang akan berpikir, apakah gue bisa melakukan ini apa gak ya dan pemikiran yang lainnya ketika kita melakukan public speaking di depan banyak orang,” ujar Hanum.

Selain Hanum, ada Ardhi yang juga mengisi acara tersebut dengan membahas seputar media online.Ia mengambil data dari Dewan Pers tahun 2018 yang menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah media terbanyak yaitu 47.000 media, dimana ada sebanyak 43.000 media online dan lebih dari 80.000 orang menjadi wartawan. 

Maka dari itu, menurutnya penting memanfaatkan Search Engine Optimization (SEO) bagi sebuah media agar bisa berkompetisi. SEO sendiri merupakan tindakan atau praktik untuk mengoptimalkan website yang dimiliki.

Banyak peserta yang ikut menyatakan antusiasmenya mengikuti Pelatihan Jurnalistik 2020, salah satunya yaitu Kezia Maria, mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) UPDM(B). Ini sudah kedua kalinya Kezia mengikuti Pelatihan Jurnalistik, menurutnya ilmu yang didapat dari acara ini sangatlah bermanfaat.

Gue kan udah ikut Pelatjur (Pelatihan Jurnalistik) dari sebelum-sebelumnya dan itu bermanfaat banget. Kali ini gue ikut karena nggak mau ketinggalan sama materi baru yang bakal gue dapet dari narasumber yang sudah terjun langsung ke dunia jurnalistik, sama seperti sebelumnya,” tutur Kezia.

Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa internal kampus saja, Pelatihan Jurnalistik 2020 juga diikuti oleh mahasiswa dari luar kampus salah satunya ialah Renanda Dwina Putri, mahasiswi Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS) Universitas Pendidikan Indonesia. Ia mengatakan bahwa materi yang disampaikan oleh pembicara sangat berhubungan dengan apa yang ia pelajari di bangku perkuliahan. 

“Acaranya menarik banget dari materi yang diberikan oleh mbak Hanum maupun pak Ardhi. Karena sebagai mahasiswa komunikasi, aku related banget sama apa yang disampaikan sama dua pembicara tersebut. Jadi modal aku juga sih buat perkembangan diri sendiri kedepannya,” ucap Renanda.

Acara Pelatihan Jurnalistik 2020 ditutup dengan pemberitahuan teknis workshop dan pemberian doorprize kepada peserta yang aktif bertanya. Workshop dalam acara ini dilakukan oleh peserta dengan mengunggah video opini singkat yang membahas ‘Penerapan Era New Normal Transisi di Indonesia’ di akun Instagram masing-masing. Hadiah yang diberikan kepada pemenang berupa uang tunai sebesar Rp350.000 kepada pemenang pertama, Rp200.000 kepada pemenang kedua, dan Rp150.000 kepada pemenang ketiga.

Reporter: Duma Oktalia Purba dan Intan Tri Ambarwati*

Editor: Kevino Dwi Velrahga

*Mahasiswi Fikom UPDM(B) angkatan 2018 dan 2019 yang juga merupakan Calon Anggota LPM Media Publica

 516 total views,  8 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.