Jakarta, Media Publica – Ujian Tengah Semester (UTS) tetap diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) pada 13-23 April 2020 dengan berbasis dalam jaringan (daring) atau online. Dalam pelaksanaannya, Dr. Wahyudi M. Pratopo, M.Si selaku Ketua Program Studi (Kaprodi) Fikom UPDM(B) mengatakan bahwa Fikom siap melaksanakan UTS online, mengingat jadwal UTS, ketentuan, dan prosedur sudah dibuat.

“Fikom sudah siap melaksanakan UTS online. Ketentuan dan prosedurnya sudah dibuat. Jadwal UTS sudah disusun,” ujar Wahyudi.

Kesiapan ini juga dirasakan oleh salah satu Dosen Fikom UPDM(B), Dwi Ajeng Widarini, S.Sos, M.Ikom yang mengutarakan bahwa dirinya sudah terbiasa menggunakan platform online untuk kegiatan belajar mengajar ataupun share materi kepada mahasiswa.

“Saya menggunakan teknologi yang sudah ada dan telah diterapkan sebelumnya saja. Berkomunikasi dengan mahasiswa melalui grup WhatsApp untuk metode yang akan saya lakukan,” ujar Ajeng.

Ajeng pun juga menyampaikan bahwa dalam kelas yang ia ajar, ada yang diminta untuk menjawab pertanyaan seperti biasa dan ada pula yang diminta mengumpulkan tulisannya melalui aplikasi Google Classroom.

Ilustrasi: nytimes.com

Senada dengan Ajeng, Novalia Agung Ardhoyo, S.T, M.Ikom selaku Dosen Fikom UPDM(B) mengatakan bahwa persiapannya dalam menjalani UTS online sudah cukup matang. Dengan sudah menyiapkan naskah soal, mengirim naskah soal ke sekretariat Fikom, koordinasi dengan penyelenggara UTS, dan telah melakukan koordinasi dengan mahasiswa peserta UTS melalui grup Whatsapp.

Walaupun begitu, Agung memiliki kekhawatiran terhadap ujian yang tidak sepenuhnya diikuti oleh mahasiswa. “Saya hanya khawatir masih ada mahasiswa yang terlena akan kondisi Work From Home (WFH). Artinya bahwa, ujian online tidak sepenuhnya diikuti mahasiswa sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya.

Sedangkan dari sisi pengajar, menurut Wahyudi sejauh ini belum ada kendala. Hanya saja nantinya yang akan berpotensi menjadi kendala ialah memastikan distribusi soal oleh dosen agar sampai kepada mahasiswa secara menyeluruh.

Ia pun berharap pelaksanaan UTS online dapat berjalan dengan lancar dan mahasiswa mengikuti kegiatan ini dengan baik sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

“Saya berharap UTS online di Fikom berjalan lancar. Mahasiswa hendaknya mengikuti UTS online dengan baik sesuai jadwal yang ditentukan,” pungkasnya.

Klarifikasi SOP UTS Online yang Sempat Beredar

Ilustrasi: freepik.com

Sebelumnya sempat ditetapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada Senin (6/4) sebagai acuan pelaksanaan UTS online, tetapi melalui surat pengumuman nomor 210/Sek/FIKOM/IV/2020 pada Kamis (9/4), SOP tersebut dibatalkan dan mengembalikan kewenangan UTS online kepada dosen pemegang mimbar.

Menanggapi hal tersebut, Wahyudi mengatakan bahwa kebijakan yang baru tidak jauh berbeda dengan SOP sebelumnya. “Kebijakan yang baru ini prosedurnya lebih cepat karena langsung ke dosen pemegang mimbar. Kurang lebih sebenarnya sama saja dengan SOP sebelumnya,” ujarnya.

Wakil Dekan I Fikom UPDM(B), Dr. Novita Damayanti, M.Si pun mengatakan hal serupa bahwa perubahan ketentuan UTS online terletak pada pendistribusian soal dan pengumpulan lembar jawaban yang langsung kepada dosen pemegang mimbar, tidak melalui perantara petugas Fikom. Sedangkan untuk batas akhir pengumpulan jawaban disesuaikan dengan jadwal UTS yang tertera di anjungan mahasiswa. Durasi UTS online selama 90 menit dan UTS take home selama 30 menit, terhitung dari jadwal ujian yang tertera.

“Yang mendistribusikan soal adalah dosen pengampu mata kuliah dan mahasiswa hanya submit ke dosen, tidak ke e-mail fakultas. Dosen mendistribusikan soal melalui aplikasi yang digunakan saat proses pembelajaran mata kuliah tersebut,” jelas Novita.

Selain itu, Novita juga menyampaikan jika ada mahasiswa yang terkendala dengan jaringan internet yang berakibat telatnya pengumpulan lembar jawaban, dapat menghubungi dosen mata kuliah yang bersangkutan karena kewenangan sepenuhnya sudah berada di dosen.

Reporter: Kevino Dwi Velrahga dan Via Oktaviani

Editor: Safitri Amaliati

*Terjadi kesalahan pencantuman gelar pada nama Dosen Fikom UPDM(B), Dwi Ajeng Widarini, S.Sos, M.Si dan telah diubah menjadi Dwi Ajeng Widarini, S.Sos, M.Ikom. Dengan ini redaksi mediapublica.co memohon maaf terhadap pihak yang salah kami sebutkan.

2,856 total views, 16 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.