Jakarta, Media Publica — Mengantisipasi penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang semakin meluas, Rektor Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) melalui surat edaran nomor 745/A/R/UPDM/III/2020 menetapkan kebijakan untuk mengganti kuliah tatap muka menjadi kuliah berbasis dalam jaringan (daring) atau online, serta meniadakan kegiatan kemahasiswaan sampai pandemi tersebut mereda. Hal ini pun menuai beragam reaksi di kalangan mahasiswa terutama dari mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) yang tergabung dalam Lembaga Kedaulatan Mahasiswa (LKM) Fikom.

LKM Fikom sendiri dinaungi oleh Fikom UPDM(B) yang terdiri atas Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Senat Mahasiswa (Senma), dan beberapa Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) yakni Telefikom Fotografi, Kosmik, Teater, dan Media Publica.

Kevin Renaldy, Ketua BPM Fikom, menuturkan bahwa dengan peniadaan kegiatan mahasiswa di kampus, hal ini sangat berdampak dengan mundurnya timetable yang telah dibuat. “Kondisi sekarang ini membuat kita sulit beraktivitas dan melakukan kegiatan dengan pasif,” ucap Kevin saat dihubungi melalui pesan singkat, Jumat (20/03).

Ia menambahkan bahwa BPM Fikom harus mengundur lebih lama lagi kegiatan Pemilihan Raya (Pemira) yang bertujuan memilih Ketua Senma Fikom yang baru. Oleh karena itu, ia selalu mengingatkan kepada seluruh anggota BPM agar tetap saling berkomunikasi untuk mengetahui setiap perkembangan yang terjadi dengan baik.

Tidak jauh berbeda dengan Kevin, Alda Nurfiqriansyah selaku Ketua WKM Telefikom Fotografi berpendapat bahwa kebijakan ini memiliki pengaruh besar untuk organisasinya karena beberapa program kerja yang telah dicanangkan sebelumnya menjadi terhambat.

“Tentu berpengaruh besar apalagi dampaknya tidak diizinkan kegiatan kemahasiswaan baik di dalam ataupun di luar kampus, akhirnya menghambat program kerja yang telah dirancang dari awal periode,” ujar Alda saat diwawancarai Media Publica pada Kamis (19/03).

Adapun beberapa kegiatan WKM Telefikom Fotografi yang tertunda ialah pameran foto pre event pameran akbar dan hunting foto bersama ke Dieng, Jawa Tengah. Walaupun menjadi penghambat, Alda memaklumi kebijakan ini karena memang tujuannya untuk menghambat penyebaran COVID-19 yang semakin meluas di Indonesia.

“Sebisa mungkin kalau ada hal yang bersifat urgent kita adakan rapat di luar dan semaksimal mungkin koordinasi melalui group chat. Dalam pergantian waktu kegiatan pun kita melihat perkembangan wabah COVID-19 serta timetable akademik agar nantinya kegiatan dapat berjalan dengan baik,” tutur Alda.

Senada dengan Alda, Clarissa Elvaretta selaku Ketua WKM Kosmik menuturkan bahwa WKM Kosmik masih memiliki beberapa rangkaian acara, baik yang termasuk program kerja awal periode maupun bukan. Clarissa menambahkan dengan adanya situasi seperti ini merupakan kendala tersendiri karena dalam proses membuat rangkaian acara tersebut tidak bisa selalu dilakukan melalui online chat ataupun telepon.

“Sejauh ini ngelakuin apa aja yang bisa dilakukan dari rumah. Diskusi tetap berjalan, kreativitas juga tetap berjalan, misalnya konten Kertas Kosmik. Interaksi memang lewat chat aja dan untuk persiapan rangkaian acara ke depannya dari tiap-tiap bidang pun sudah ada diskusi. Jadi ketika jadwal perkuliahan sudah normal dan bisa beraktivitas seperti biasa, kita semua sudah well-prepared buat menjalankan kegiatan yang sudah disusun sebelumnya,” jelas Clarissa.

Ilustrasi: freepik.com

Hal serupa juga dialami oleh dua WKM lainnya, yakni WKM Basket Fikom dan WKM Teater Fikom. Gennada Melaty, selaku Humas WKM Basket Fikom mengatakan bahwa kegiatan yang sudah direncanakan tentu sangat berdampak dengan adanya kuliah daring dan kampus yang diliburkan.

Untuk masalah koordinasi, Gennada mengaku tidak ada masalah karena tetap bisa melakukan koordinasi secara online melalui grup WhatsApp atau sesekali melakukan pertemuan secara langsung, tetapi ini dikhususkan hanya untuk rapat dan mendiskusikan hal yang benar-benar penting. Ini dilakukan supaya kegiatan yang direncanakan oleh WKM Basket Fikom tetap berjalan.

Berbeda dengan WKM Basket Fikom, WKM Teater Fikom mengatakan tidak ingin mengambil risiko untuk bertemu secara langsung apabila keadaannya belum memungkinkan. Hal ini disampaikan langsung oleh Ketua WKM Teater Fikom, Andrianto Andalas saat dihubungi oleh Media Publica melalui WhatsApp, Rabu (18/03).

“Mungkin untuk saat ini, kita lihat beberapa hari ke depan bagaimana kondisinya. Kita tidak mungkin memaksakan dan mengambil risiko jika keadaannya belum kondusif,” ujar Andrianto.

Komunikasi antar anggota melalui gawai menjadi kunci penting supaya kegiatan WKM Teater Fikom tetap berjalan. Sesuai yang telah direncanakan, WKM Teater Fikom memiliki beberapa kegiatan yang akan dilakukan dalam beberapa bulan ke depan. Namun, kemungkinan besar waktu kegiatannya diundur seperti merapikan ruangan, latihan, mengadakan forum internal, safari ke tiap lembaga yang ada di Fikom UPDM(B), dan project pertama WKM Teater Fikom angkatan 2018.

Andrianto berharap semoga COVID-19 cepat berlalu dan ditemukan obat yang tepat supaya yang terjangkit virus bisa sembuh. Harapan juga datang dari Kevin, ia berharap semoga keadaan saat ini cepat mereda karena menyebabkan masyarakat sulit untuk beraktivitas.

“Semoga cepat mereda karena meresahkan banyak orang dan menyulitkan kita untuk beraktivitas. Satu hal lagi, kita harus sadar akan kesehatan dan kebersihan dalam kondisi seperti sekarang ini, supaya terhindar dari COVID-19. Stay safe, health, and clean.” tutup Kevin.

Reporter: Dzaky Nurcahyo dan Kevino Dwi Velrahga

Editor: Safitri Amaliati

668 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.