Salah satu Pameris dalam Pameran Fotografi “Statum”, menjelaskan hasil karya fotonya kepada pengunjung. (Foto: Dokumentasi Pribadi WKM Telefikom Fotografi)

Jakarta, Media Publica – Wadah Kegiatan Mahasiswa (WKM) Telefikom Fotografi kembali menggelar pameran fotografi yang berjudul “Statum” pada 15-17 Januari 2020 di pelataran parkir Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)). Mengusung tema ‘Paradoks’, pameran ini bertujuan untuk meningkatkan eksistensi Telefikom Fotografi baik secara internal maupun eksternal.

Adika Hartawan, selaku Ketua Pelaksana mengatakan bahwa ‘Statum’ sendiri diambil dari bahasa latin yang berarti posisi. Posisi yang dimaksud ialah bagaimana membuat pengunjung bisa melihat sudut panjang objek (foto) tersebut. Sedangkan ‘Paradoks’ berarti pernyataan yang seolah-olah bertentangan (berlawanan) dengan pendapat umum, tetapi kenyataannya mengandung kebenaran.

Dalam pameran fotografi ini, terdapat 17 pameris yang menuangkan ide serta kreativitasnya untuk menyampaikan pesan dan nilai dari keindahan seni dalam bentuk visual. Dengan 73 karya foto yang dipamerkan, setiap pameris memiliki cerita dan pandangan tersendiri mengenai foto yang dipamerkan.

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini tidak hanya menampilkan karya foto para pameris, namun juga terdapat seminar ‘Journalism Photography In Digital Era’ oleh Rossa Panggabean, seminar ‘Everything You Need To Know About Stage Photography’ oleh Melina Anggraini, dan seminar ‘Photographer VS Client’ oleh Heret Frasthio. Selain itu, acara ini juga dimeriahkan oleh WKM Kosmik, Reny.st, DJ Riza, dan Patoer Pemandu Sorak.

Rossa Panggabean sebagai salah satu pembicara memiliki ketertarikan tersendiri dengan pameran foto ini, ia memberi apresiasi terhadap pameris karena berani menyuarakan pendapat anak muda yang pada eranya jarang ditemui.

“Banyak beberapa pamerannya yang gak saya sangka sebenarnya, mengkritisi hubungan orangtua dan lingkungan sekitar. Kemudian bisa muncul dengan metode visual, menarik sekali bagi saya,” ungkapnya saat ditemui dalam acara seminar.

Penyerahan sertifikat kepada pembicara seminar ‘Journalism Photography In Digital Era’, Rossa Panggabean (kiri) oleh Adika Hartawan selaku ketua pelaksana (kanan), Rabu (15/01). (Foto: Media Publica/Rizka)

Rossa juga menambahkan bahwa Telefikom Fotografi memiliki potensi dalam eksekusi dan berbeda dengan lembaga komunitas foto lainnya. Ia berharap pameran selanjutnya dapat lebih dekat dengan anak muda. “Deliver display bisa dibuat lebih anak muda lagi, jadi tidak kaku. Mungkin bisa kolaborasi dengan WKM lain,” ucapnya.

Bagus Febby Adrian, salah satu pengunjung pameran fotografi menyatakan pendapatnya yang kagum akan pameran kali ini dimana terdapat teknis yang baik saat memamerkan karya setiap pamerisnya dan dijelaskan secara terperinci mengenai latar belakang karyanya.

Berbeda dengan Bagus, Orsa Bertado memberikan saran agar penyampaian cerita dibalik setiap foto lebih dipertajam, “Saran dari gua untuk latar belakang fotonya agar dipertajam lagi mengenai gambarnya, jadi audiens bisa mengerti awal latar belakang ceritanya,” pungkasnya.

 

Reporter: Via Oktaviani dan Rizka Kumala Dewi

Editor: Kevino Dwi Velrahga

1,477 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.