Suasana posko banjir yang didirikan oleh Moestopo Tanggap Bencana di depan Kampus Hang Lekir, Senayan, Jakarta.
(Foto : Media Publica/Kurnia)

 

Jakarta, Media Publica – Cuaca ekstrem pada awal tahun 2020 menyebabkan bencana banjir di sebagian wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Hal ini mendorong
gabungan mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)) membuat gerakan Moestopo Tanggap Bencana yang diinisiasi oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Agrawitaka. Sejak tanggal 2 – 9 Januari 2020, Moestopo Tanggap Bencana mendirikan posko bantuan untuk para korban yang terkena banjir.

Rivaldi Renhard, selaku ketua pelaksana mengatakan bahwa tujuan didirikannya posko ini ialah demi rasa kemanusiaan untuk membantu sesama. Menurutnya, hal ini telah menjadi budaya turun temurun bagi kampus UPDM(B) membuka posko bantuan saat bencana terjadi di Indonesia.

“Melihat intensitas hujan yang cukup deras mengguyur wilayah Jabodetabek serta mengakibatkan beberapa titik di Jakarta sudah terendam banjir. Akhirnya saya dan teman-teman berinisiatif membuka posko banjir untuk menyalurkan bantuan,” ujar Rivaldi saat ditemui oleh Media Publica, Selasa (7/1).

Rivaldi juga menambahkan bahwa Tim Relawan Moestopo sudah terjun ke lapangan sehari sebelum posko berdiri saat hujan masih mengguyur Jabodetabek, sekaligus mendata siapa saja warga yang terdampak di Ciledug Indah. Tim Relawan Moestopo juga membantu evakuasi warga menggunakan perahu motor di Pondok Bahar bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).

Selama delapan hari membuka posko banjir, Moestopo Tanggap Bencana memperoleh total sumbangan dana sebesar Rp11.400.000 yang kemudian dibelanjakan untuk kebutuhan rumah tangga dan sekolah yang terdiri dari:

  1. Alat Tulis Kantor (ATK)
    – Pulpen (50 buah)
    – Buku (50 pax)
    – Pensil (50 buah)
    – Penghapus (50 buah)
    – Penggaris (50 buah)
    – Tempat Pensil (50 buah)
  2. Pakaian dalam baru
    – Pakaian dalam untuk orang dewasa (laki-laki dan perempuan)
    – Pakaian dalam untuk anak-anak (laki-laki dan perempuan)
  3. Peralatan rumah tangga
    – Piring plastik (2000 buah)
    – Sendok dan garpu (600 buah)
    – Gelas plastik (1000 buah)
    – Sapu (1000 buah)
    – Pel (2500 buah)
  4. Peralatan sholat
    – Mukena (100 buah)
    – Sarung (100 buah)

Fauzan Umar, selaku relawan Moestopo dan Ketua UKM Agrawitaka mengatakan bahwa barang-barang logistik tersebut disalurkan ke beberapa tempat di Jabodetabek, di antaranya Kedoya, Kalideres, Pesing, dan Lebak. Khusus untuk daerah Lebak, Umar menjelaskan bantuan yang disalurkan lebih banyak karena warga di daerah tersebut belum banyak mendapat bantuan. Selain itu, bantuan juga disalurkan ke Desa Sajira, Lebak, Banten. Menurutnya, bantuan logistik ke daerah tersebut sulit masuk karena jembatan penghubung desa terputus oleh banjir.

“Kita mengunjungi dua desa di Lebak, pertama ke Desa Jasinga setelah itu ke Desa Sajira. Desa Jasinga itu alhamdulillah lagi recovery masyarakat di sana, tapi yang saya lihat masih minim bantuan. Setelah itu berpindah ke Desa Sajira, di sana bantuan logistiknya kurang karena jembatan penghubung antar desanya terputus. Sehingga harus menggunakan perahu karet, kalaupun jalur darat, harus mutar dulu lewat Cipanas,” tutur Umar.

Umar berharap semoga perangkat desa yang rawan bencana bisa lebih tanggap dalam menghadapi bencana ini, minimal membuat lahan resapan air untuk daerah yang resapannya minim. “Di desa-desa yang emang minim resapan air, tolong dibuatlah resapan air, jangan proyek terus yang dipikirin. Lalu pastikan juga warga desanya, sudah dapat bantuan atau belum,”tambahnya.

Senada dengan Umar, Abyan, Mahasiswa Umum Fikom Angkatan 2018 berharap agar musibah yang terjadi dapat segera membaik. “Semoga lekas membaik semuanya. Recovery rumah dan hartanya nanti akan dibalikin oleh Allah SWT. Semua yang hilang akan dikembalikan oleh Yang Maha Kuasa
sepenuhnya,” pungkasnya.

 

Reporter: Kevino Dwi Velrahga

Editor: Dzaky Nurcahyo

2,168 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.