2,222 total views, 7 views today

" /> Kopi Sebagai Jembatan Komunikasi Antara Teman Dengar dan Teman Tuli - Media Publica
Published On: Mon, Aug 26th, 2019

Kopi Sebagai Jembatan Komunikasi Antara Teman Dengar dan Teman Tuli

Share This
Tags

Beberapa minuman segar non-kopi juga disajikan di kedai Koptul (kiri Laut Biru) dan (kanan Marmer Hitam). (Media Publica/Rizka)

Jakarta, Media Publica – Kopi merupakan salah satu jenis minuman yang sedang digandrungi berbagai kalangan di Indonesia. Selain karena cita rasanya, tempat untuk menikmatinya pun menarik. Kedai-kedai kopi yang menjamur saat ini memiliki konsep dan menu yang unik untuk mencuri perhatian peminatnya, salah satunya yaitu Kopi Tuli.

Nama kedai ini disesuaikan dengan pemilik sekaligus peracik kopi bernama Andhika Prakoso yang memiliki keterbatasan dalam mendengar. Berawal dari kegagalannya dalam  mengejar keinginan untuk menjadi seorang desain grafis, hal ini tak membuatnya patah semangat dan justru membuat Andhika bangkit menjadi seorang pengusaha yang ramah dengan difabel. Lewat usahanya ini Andhika dapat membuka lapangan pekerjaan dan kesempatan bagi teman difabel.

Terletak di Jalan Krukut Raya No.70, Cinere, Depok, kedai ini terbilang cukup menarik. Nama kedai Kopi Tuli yang terpampang di depan pintu masuk seolah menyapa pengunjung yang ingin menikmati secangkir kopi dengan nuansa berbeda. Dari namanya, sudah dapat digambarkan bahwa kedai kopi ini ramah dengan teman tuli. Mereka menggunakan jasa teman tuli untuk menjadi barista serta pegawainya.

Selain nama kedainya, daya tarik tempat ini berada pada kemasan kopi yang bertuliskan simbol huruf abjad dalam bahasa isyarat. Hal ini untuk memudahkan teman tuli dan teman dengar dalam berkomunikasi, sehingga Andhika Prakoso menambahkan simbol-simbol tersebut pada kemasan kopinya. Selain itu, pengunjung tak hanya sekadar menikmati kopi yang diseduh, tetapi juga dapat mempelajari dan menggunakan bahasa isyarat saat memesan.

Beberapa penghargaan dan sertifikat yang diperoleh Kopi Tuli dipajang menghiasi dinding kedai kopi unik ini. (Media Publica/Via)

Nama-nama dari kopi yang dijual pun terbilang unik, mulai dari Laut Biru, Kopi Awan, Tanah Susu, Kopi Marmer Hitam, Kopi Siput, dan Kopi Daun. Masing-masing kopi yang disajikan memiliki cita rasa yang berbeda. Di kedai kopi ini tidak disediakan jaringan Wi-Fi seperti kedai kopi biasanya. Hal ini ditujukan agar penikmat kopi tidak sibuk dengan ponselnya, tetapi dapat memanfaatkan waktunya untuk berbincang dengan teman dengar maupun teman tuli lainnya.

Kopi Tuli juga memiliki nuansa kedai yang sangat estetis. Saat memasuki ruangan, mata pengunjung akan dimanjakan dengan beberapa scooter yang terpajang di dalam kedai. Warna cat yang menarik serta pajangan-pajangan kecil yang menghiasi dinding ruangan turut menambah suasana nyaman pengunjung untuk berlama-lama di sana.

Kedai kopi yang akrab dikenal dengan Koptul ini dapat memberikan pengalaman meminum kopi yang tidak ternilai dan unik. Pengunjung juga dapat belajar mengenai pentingnya untuk saling menghargai dan mempelajari dasar-dasar simbol bahasa isyarat dari Koptul. Lewat secangkir kopi, hal ini menjadi sebuah momentum untuk menjadi jembatan komunikasi antara teman tuli dan teman dengar.

 

Reporter: Rizka Kumala Dewi & Via Oktaviani

Editor: Ranita Sari

2,225 total views, 10 views today

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>