197 total views, 7 views today

" /> I Wanna Skank, Bentuk Apresiasi D'Jenks Terhadap Artificial Life - Media Publica
Published On: Mon, Apr 15th, 2019

I Wanna Skank, Bentuk Apresiasi D’Jenks Terhadap Artificial Life

Share This
Tags

Vokalis additional D’Jenks M. Fikri Firdaus sedang bernyanyi di depan penggemar D’Jenks, Sabtu (6/4). (Foto: Media Publica/Thorvy)

Jakarta, Media Publica – D’Jenks merilis mini album “I wanna Skank” sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap band ska Indonesia, Artificial Life. Pesta kecil-kecilan perilisan mini album D’Jenks telah usai dirayakan di MissQi, Jakarta, Sabtu (6/4).

Rama Adhitya salah satu gitaris D’jenks mengatakan mini album tersebut untuk mengingat dan menghargai karya-karya milik Artificial Life. “Ya, Jas Merah (Red- Jangan sekali-kali melupakan sejarah),” ujar Rama saat ditemui Media Publica disela – sela waktu perilisan mini album.

Awal pertemuan D’Jenks dan Artificial Life dimulai dari mimpi dan saling mengagumi. Mini album “I Wanna Skank” menjadi spesial karena dimixing oleh Roger Rivas, keyboardist dari band reggae USA, The Aggrolites. Namun, Mr. Rumput vokalis D’Jenks harus absen dalam proses pembuatan mini album tersebut karena harus menyelesaikan sekolah S3. Untuk mengisi kekosongan vokalis, M. Fikri Firdaus diangkat sebagai vokalis additional dalam pembuatan mini album ini.

D’Jenks sendiri terbentuk pada tahun 2003 dari komunitas Under’ Moestopo’ Ground dan Universitas Sahid Jakarta. D’Jenks memadukan unsur reggae dengan attitude punk rock, dengan personil saat ini yaitu Mr. Rumput (Vokal), Rama Adhitya (Gitar), Bayu Satria (Keyboard), Christo Putra (Drum), Ario Nugroho (gitar), dan Nur Mahdi Amin (Bass).

Mini album “I wanna Skank” berisikan 5 lagu milik Artificial Life yang diaransemen ulang dengan gaya khas D’Jenks. Menurut Rama, “I wanna Skank”, judul mini album D’Jenks kali ini menceritakan tentang bagaimana orang tetap bahagia dengan keadaan. “Ya, kita mau skanky saja gitu,” ujar Rama.

Ario Nugroho, gitaris D’Jenks ikut menanggapi Rama. Ia mengatakan, “Betapa pun sulitnya hidup, betapapun banyaknya cicilan, betapa pun istri merongrong terus, ya joget saja lah.”

Ario juga bercerita, mini album D’jenks memakan waktu dua tahun untuk seluruh prosesnya. “Yang paling kita suka tuh sebenarnya prosesnya bahkan sampai sekarang gue lupa tuh kapan waktu rekamannya,” ujar Ario sembari tertawa.

Pesta perilisan mini album D’jenks turut dimeriahkan oleh penampilan band lainnya. Antara lain, Penampilan reuni dari Artificial Life, band Aib Rock, Zirah, DJ Clash City Rockers, dan unit Dub asal Lampung Roadblock Dub Collective. Selain penampilan musik, pesta tersebut juga menampilkan pameran karya Under Collage dan Maximum Damned.

Diakhir wawancara dengan Media Publica, Rama berpesan kepada penggemar musik agar mendukung musik Indonesia dengan membeli rilisan fisik. “Beli apa yang sudah kita keluarkan. Jangan download mulu ya,” ujar Rama.

 

Reporter: Mohammad Thorvy Qalbi

Editor: Dzaky Nurcahyo

200 total views, 10 views today

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>