507 total views, 2 views today

" /> Nikmatnya Mencicipi Kuliner Khas Semarang - Media Publica
Published On: Fri, Mar 15th, 2019

Nikmatnya Mencicipi Kuliner Khas Semarang

Share This
Tags

Jakarta, Media Publica – Apa yang terbesit pertama kali diingatan Anda jika mendengar kata kuliner Kota Semarang? Ya, Semarang seringkali dikenal dengan lumpia dan ikan bandengnya yang khas. Padahal tidak hanya itu, di Kota Semarang juga terdapat kuliner yang enak dan menggugah selera dengan cita rasa serta variasi menunya hingga cara pengolahannya. Langsung saja, yuk intip beberapa makanan khas Semarang yang sering dikunjungi wisatawan lokal maupun mancanegara.

1. Lekker Paimo

Lekker Paimo yang dijual di Jl. Karanganyar No. 37 Semarang. (Foto: Media Publica/Intan)

Salah satu makanan favorit Kota Semarang yang wajib di kunjungi adalah Lekker Paimo. Makanan ini bisa kita temui  di Jl. Karanganyar No. 37 Semarang ( depan SMA Loyola). Uniknya penyajian Lekker Paimo ini masih menggunakan gerobak kecil, dan menggunakan piringan khusus yang diputar di atas api kecil. Hal yang spesial dari Lekker Paimo yaitu rasanya yang bervariasi, berbeda dengan kue lekker yang biasa kita temui di daerah lain. Jika kue lekker yang biasanya hanya ada rasa coklat, keju, pisang, dan kacang, di Lekker Paimo ini kita bisa menemui kue lekker dengan isian telur, jagung manis, sosis, mozzarella dan masih banyak lagi. Adonan kulitnya terbuat dari campuran terigu, telur, gula dan air. Anda bisa menyantap kue lekker ini mulai dari jam 10.00 – 17.00 WIB, bagi yang ingin membeli harus sabar dengan antrian yang cukup panjang ya.

2. Nasi Gandul Pak Memed

Nasi gandul yang disajikan dengan lauk pilihan seperti babat, hati, paru dan lidah sapi. (Foto: Media Publica/Intan)

Kuliner khas Semarang tidak lengkap rasanya jika tidak mencoba nasi gandul, selain nasi ayam, nasi gandul/nasi daging ini merupakan kuliner favorit di Semarang. Meski sejatinya kuliner ini berasal dari Kota Pati, tetapi rasanya yang luar biasa telah membuat hidangan nasi gandul menyebar ke kota-kota lain termasuk Semarang. Nasi gandul ini berisi kuah gulai yang disebut kuah gandul, disiramkan ke nasi panas dan disajikan dengan lauk pilihan yang disediakan seperti babat, hati, paru dan lidah. Harganya tergolong murah, hanya Rp15.000 per porsi. Nasi Gandul Pak Memed ini bisa kalian temui di Jl. Dr. Cipto No. 12, Kebonagung, Semarang.

3. Nasi Pindang Warung Pak Ndut

Nasi pindang yang disajikan dengan kuah rempah keluak dan daun melinjo. (Foto: Media Publica/Intan)

Nasi pindang merupakan olahan daging sapi yang dikombinasikan dengan kuah rempah keluak dan daun melinjo. Nasi pindang ini hampir mirip dengan rawon, namun tidak terlalu pekat dan lebih terasa segar. Nasi Pindang Pak Ndut sendiri sudah berdiri sejak tahun 1973 dan telah turun-temurun diwariskan hingga generasi keempat. Dibuka setiap hari mulai pukul 07.00 – 15.00 WIB, Nasi Pindang Pak Ndut selalu ludes diserbu pembeli. Nasi pindang ini berLokasi di Jl. Stadion Selatan (depan Badan Kepegawaian Daerah), Karangkidul, Semarang. Harga yang dikenakan cukup terjangkau, hanya Rp11.000 per porsi.

4. Bakmi Jawa Pak Gareng

Sumber: Kompas.com

Bakmi Jawa yang satu ini memang sangat menggoda lidah, tidak hanya di warung Pak Gareng namun juga tersedia di beberapa rumah makan di Semarang. Namun, hal yang membedakan bakmi jawa di Pak Gareng yaitu semua makanan dimasak dengan menggunakan bahan bakar arang, bukan menggunakan kompor. Ini mungkin yang membuat cita rasanya berbeda, lebih alami dan lezat. Anda juga akan dimanjakan dengan dua pilihan bakmi yang lezat, yaitu bakmi masak goreng dan bakmi masak kuah. Bagi penggemar bakmi, tentu saja keduanya sama-sama lezat, terlebih bila dilengkapi dengan ayam suwir, telur, kol, dan sawi. Jika Anda tidak menyukai cita rasa pedas, bakmi ini menyajikan irisan cabai yang dipotong kecil sehingga ada cita rasa tersendiri dalam memakannya, jadi tinggal memisahkan irisan cabai tersebut dan segera menyantapnya.

5. Tahu Gimbal Pak Man atau Tahu Gimbal Plampitan

Tahu gimbal yang disajikan dengan irisan kol dan disiram sambal kacang. (Foto: Media Publica/Intan)

Tahu Gimbal adalah makanan khas Semarang yang terdiri dari tahu goreng, gimbal, tempe, irisan kol dan disiram dengan sambal kacang. Gimbal itu sendiri adalah udang yang digoreng dengan tepung, rasanya gurih, manis, dan juga pedas. Yang khas dari tahu gimbal adalah ukuran udangnya yang besar, sehingga menambah cita rasa ketika menyantapnya. Rasanya merupakan perpaduan antara manis, gurih dan asin yang nikmat. Warung ini tidak terlalu besar, karena itu tidak heran jika terlihat antrean panjang di sini. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 11.00 hingga menu yang disediakan habis. Karena itu sebaiknya datang saat siang hari atau waktu makan siang agar tidak kehabisan. Tahu gimbal dibanderol Rp13.000 per porsi atau Rp15.000 jika ditambah telur.

 

6. Babat Gongso Pak Karmin

Sumber: Kompas.com

Kuliner Semarang yang wajib dicoba selanjutnya adalah babat gongso. Anda bisa menemukannya di Jl. Pemuda (Samping Jembatan Mberok), dekat Kantor Pos Kota Lama, Semarang. Babat Gongso Pak Karmin merupakan tempat makan yang legendaris yang menyediakan potongan babat dan juga jeroan lainnya, seperti hati, limpa, atau paru, yang dimasak dengan bumbu kecap yang kental. Tak hanya itu, babat ini sangat empuk serta memiliki cita rasa manis dan pedas ketika menyantapnya. Untuk satu porsinya dipatok harga Rp25.000. Cukup mahal, tapi rasanya tak akan pernah Anda lupakan. Babat Gongso Pak Karmin juga menyediakan nasi goreng babat, nasi goreng ayam dan ayam gongso.

Nah, bagaimana teman-teman, apa kalian sudah pernah ada yang mencoba beberapa kuliner yang disebutkan tadi? Kalau belum, apa kalian tertarik untuk mencoba? Langsung saja pergi ke Semarang dan rasakan nikmatnya makanan tersebut. Selamat mencoba!

 

Reporter: Intan Chrisna Devi

Editor: Dzaky Nurcahyo

510 total views, 5 views today

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>