188 total views, 7 views today

" /> Ketika Aksaraku Membentuk Kata Rindu - Media Publica
Published On: Mon, Nov 19th, 2018

Ketika Aksaraku Membentuk Kata Rindu

Share This
Tags

*Oleh: Ranita Sari

Ilustrasi

Rindu. Mendengarnya saja hatiku menjadi sendu. Ah, rindu.

Malam seolah menjadi tempat terbaik untuk mencari dan menyusun aksara. Lebih sempurna lagi jika rintik hujan ikut berperan di baliknya. Seperti malam ini. Hujan masih menyisakan gerimis nan romantis. Kuberanikan diri untuk menulis dan belajar mengeja kata ‘bahagia’. Ya.. Aku harus belajar menulis lagi. Belajar menulis rasa suka tanpa berpura-pura.

Dulu, saat duka kupeluk erat. Imajiku tak lagi cerah. Hatiku pun gelisah. Jemariku tertunduk lelah. Lara meluruh menjadi darah. Tanpa ampun, hatiku nyaris mati terbunuh. Nampak aksaraku kehilangan arah. Namun, masih.. Serakku yang terbata menyuarakan kamu tanpa pamrih. Menyebut namamu dalam setiap do’a-do’aku yang tak berjeda dengan fasih.

Entah, semesta selalu saja bisa membuatku merindukanmu lewat berbagai cara. Hujan seperti ini misalnya. Aku ingat kita pernah berdua, merasakan rintik-rintiknya yang jatuh perlahan menggelitik membasahi badan. Menembus dingin. Menikmatinya berdua. Berdua saja.

Namun, kini hanya hujan yang tersisa. Tanpamu, ia datang menawarkan kenangan. Menggambarkan jelas wajahmu dalam angan. Menyuguhkan butir-butir penyesalan tanpa menghidangkan sedikit pun harapan. Ah, aku rindu. Tapi hujan bulan November ini seolah menjadi perwakilan dari kesedihan-kesedihan yang mendalam. Sesuatu yang tidak pernah mau aku rasakan. Sesuatu yang sangat menyiksa diri ini. Aku menjadi terlalu dungu untuk kembali mengingatnya.

Sudahlah, aku sudah lelah berlari dari perasaan itu. Kau tahu Tuan, rindu mana yang paling menyesakkan? Yaitu rindu dalam diam. Namun, jangan khawatir. Aku mempunyai cara tersendiri untuk menyampaikan rasa rinduku. Melalui do’a. Karena yang kutahu, do’a adalah sebaik-baiknya cara untuk menyampaikan rindu. Banyak yang tidak kamu pahami soal rinduku. Kalau paham, pasti kamu yang semula diam menjadi memperhatikanku diam-diam.

*Penulis merupakan anggota LPM Media Publica periode 2016-2019

191 total views, 10 views today

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>