Published On: Sun, Nov 4th, 2018

Ekspektasi Pemerintah dan Kenyataan pada Masyarakat

Share This
Tags

(Sumber: watchdoc.co.id)

Media Publica – Melihat film ini mengingatkan kita akan tragedi kebakaran hutan pada tahun 2015 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kabut asap yang pekat dan tersebar di mana-mana, orang berlalu-lalang menggunakan masker baik itu kalangan tua maupun anak-anak yang sering tampil di layar kaca. Namun faktor apa yang menyebabkan kebakaran hutan tersebut?

Kelapa sawit jawabannya. Film ini menjawab pertanyaan di atas bahwa perkara kelapa sawit dapat mengancam kehidupan rakyat Indonesia dari sisi kesehatan maupun ekonomi. ‘Asimetris’ menampilkan bahwa sawit dapat menopang kebutuhan kita bahkan alat–alat, makanan, sampai bahan bakar pun menggunakan sawit sebagai alternatif karena dinilai efektif dan dapat digunakan dalam segala kebutuhan.

Kendati demikian mengenai banyaknya permintaan sawit  menuntut untuk membuka lahan sawit yang banyak pula, melihat tuntutan itu akhirnya cara paling cepat untuk membuka lahan ialah dengan membabat hutan secara ilegal serta melakukan pembakaran hutan. Dampak inilah yang sangat dirasakan oleh masyarakat pada umumnya.

Dalam film tersebut dikatakan bahwa lahan kelapa sawit telah menyentuh 11 juta hektar dan terus akan meluas karena kebutuhan yang terus meningkat. Namun jika dilihat dampaknya juga semakin parah.

Melihat luasnya dampak sawit ini juga membuat kita harus melihat sisi dari petani-petani yang lahannya habis digusur secara ilegal oleh industri–industri kelapa sawit. Namun nyatanya petani banyak dirugikan mengenai kasus ini karena tidak ada sama sekali ganti rugi dari pemerintah mengenai hal ini. Upaya pemerintah dalam memberdayakan kelapa sawit berbanding terbalik dengan dampaknya bagi masyarakat.

Pasalnya ada beberapa wilayah yang gagal dalam percobaannya dan masyarakat kurang dalam pembinaannya dalam merawat kelapa sawit, hanya beberapa bulan pertama diberi pupuk dan sebagainya lalu seterusnya dibiarkan begitu saja hingga tak terurus.

Karena besarnya dampak buruk pembukaan lahan kelapa sawit ini dan hasil yang didapat tidak setimpal dengan dampak yang ditimbulkan membuat masyarakat yang notabene petani akhirnya memutuskan untuk sebagian ikut bekerja di industri kelapa sawit karena mereka tidak punya lahan atau sawah. Namun, bagi yang mempunyai lahan mereka mengubah menjadi lahan kelapa sawit dengan alasan agar lahannya tidak diambil oleh pihak industri itu pun sama sekali jauh dari hasil ia bertani selama ini dan sangat kurang dari segi penghasilan.

Melihat dari sisi pekerjanya pun pihak pemerintah tidak terjun langsung ke lapangan untuk mengawasi siapa yang bekerja di lapangan dan seperti apa prosedurnya bahkan anak kecil dipekerjakan dengan gaji yang minim, hingga orang dewasa dipekerjakan pula tanpa ada alat pengaman serta sama sekali tidak dijelaskan Standard Operating Procedure (SOP) mengenai bagaimana cara kerja yang baik dan benar.

Melihat film ini miris rasanya pemerintah seakan–akan lepas tangan mengenai kejadian itu mulai dari pembebasan lahan secara ilegal, nasib–nasib masyarakat yang mayoritas petani, dampak kebakaran hutan yang berimbas pada aktivitas suatu kota itu sendiri, seakan–akan banyak oknum yang bermain di belakangnya dan pemerintah seolah tidak tahu mengenai hal ini.

Bahkan masyarakat sendiri mengatakan bahwa dengan makan–makanan hasil dari bertani sendiri lebih menjamin dibanding berharap pada kelapa sawit yang bahkan tidak menentu hasilnya. Ekspektasi pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat melalui kelapa sawit berbanding terbalik dengan kenyataannya yang ada pada masyarakat.

“Ekspektasi pemerintah yang mengatakan kalau kelapa sawit dapat mensejahterahkan rakyat setelah saya rasakan tidak ada dampaknya sama sekali,” ujar salah satu masyarakat dalam film dokumenter tersebut.

Peresensi: Muhamad Fernando Avi Arrachman

Editor: Rangga Dipa Yakti

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>