Published On: Wed, Sep 26th, 2018

Atelophobia, Ketakutan Berlebih atas Ketidaksempurnaan

Share This
Tags

Ilustrasi: www.andrewhwalker.com

Jakarta, Media Publica – Atelophobia adalah jenis fobia yang didasarkan pada ketakutan berlebih terhadap kegagalan atau segala sesuatu yang menyangkut ketidaksempurnaan. Perasaan takut dan kecemasan tersebut timbul melebihi batas wajar, tidak beralasan dan sangat irasional.

Hal ini disampaikan oleh Nurani Ruhendi Putri, M. Psi, Psikolog Klinis Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta. Menurut Nurani, atelophobia merupakan tipe kepribadian dari Five Factor Model Personality di mana kepribadian yang paling rentan mengalami atelophobia adalah tipe neuroticism, yakni orang cenderung mudah cemas dan lebih rentan depresi. Jika dilihat dari Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM), atelophobia merupakan gangguan kecemasan yang termasuk fobia spesifik.

“Atelophobia muncul ketika seseorang dihadapkan pada stimulus yang membuatnya cemas. Kenapa dibilang spesifik, karena memang stimulusnya adalah suatu hal yang spesifik. Dalam hal ini ketidaksempurnaan yang membuat dia merasa cemas atau takut.” Ujar Nurani.

Ciri-ciri seseorang yang mengidap atelophobia yakni takut melakukan kesalahan, selalu berupaya untuk sempurna dan menghindari situasi yang memungkinkan dirinya untuk berbuat salah. Gejala fisik lainnya yang ditimbulkan berupa serangan panik seperti kesulitan bernapas atau susah bergerak.

Adapun faktor yang mempengaruhi seseorang mengidap atelophobia dilihat dari faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal berasal dari kepribadian sendiri, sedangkan faktor eksternal berasal dari lingkungan meliputi pengalaman trauma di masa lalu dan juga pola asuh orang tua yang menuntut anaknya melakukan segala sesuatu dengan sempurna.

Bona Sardo Hutahaean, M. Psi selaku Psikolog Klinis menjelaskan dampak yang ditimbulkan jika atelophobia berlangsung lama dan tidak ditangani, maka orang tersebut akan mengalami kecemasan berlebih pada hidupnya hingga takut untuk melakukan berbagai hal. “Ini tentu akan berdampak ke hubungan interpersonal, aspek emosi individu itu sendiri, bahkan mempengaruhi aktivitas dan pekerjaan sehari-hari.” Ujarnya.

Kendati demikian, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi atelophobia. Misalnya memberanikan diri untuk melawan stimulus penyebab ketakutannya dan meyakinkan diri bahwa ketidaksempurnaan adalah sesuatu yang wajar karena setiap manusia memiliki keterbatasan.

“Setiap manusia ada kelebihan, kekurangan dan keterbatasannya. Kenali diri sendiri serta kemampuan yang ada di dalam diri kita. Berani mencoba dan jangan takut gagal, karena orang sukses pun dulunya pernah gagal.” Pungkas Nurani.

Reporter: Intan Chrisna Devi & Dzaky Nurcahyo

Editor: Ranita Sari

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>