Published On: Tue, Jul 24th, 2018

SKPI: Rekam Jejak Mahasiswa Ketika Menjalani Perkuliahan

Share This
Tags

Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Kelulusan menjadi hal yang paling di nanti bagi mahasiswa tingkat akhir. Bagaimana tidak? Untuk dapat lulus banyak hal yang harus ditempuh dan dikorbankan. Sebagai simbol atau pengakuan bahwa telah menyelesaikan suatu jenjang pendidikan, perguruan negeri akan mengeluarkan ijazah. Nantinya, ijazah tersebut bisa dipergunakan untuk menjadi pekerjaan.

Tapi tahukah anda tidak hanya ijazah, Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) juga tidak kalah penting?

Indonesia telah meratifikasi berbagai konvensi internasional dalam berbagai sektor, misalnya perdagangan, ekonomi, lingkungan dan pendidikan sebagai upaya menciptakan kesetaraan serta pengakuan internasional. Beberapa konvensi internasional yang telah diratifikasi oleh Indonesia, seperti GATS (General Agreement on Trade in Services – 5 April 1994), WTO (World Trade Organization – 1 Januari 1995), AFTA (Asean Free Trade Area – 1992 ), Regional Convention, serta the Recognition of Studies, Diplomas and Degrees

In Higher Education in Asia and the Pacific (16 Desember 1983 yang kemudian diperbaharui tanggal 30 Januari 2008).

Konvensi tersebut mempunyai cakupan yang jelas tentang perlunya kesepamahaman internasional dalam sektor ketenagakerjaan yang terkait dengan sektor-sektor ekonomi, perdagangan serta pendidikan.Atas prinsip kesetaraan Internasional sektor ketenaga kerjaan dan pendidikan, Indonesia didorong untuk mengembangkan suatu sistem kualifikasi ketenagakerjaan.

Di sisi lain penetrasi tenaga kerja dan pakar asing ke Indonesia juga tidak dapat dibendung. Kondisi ini mendorong Indonesia untuk segera mengambil langkah-langkah strategis dalam mengantisipasi implikasi merugikan dari ratifikasi konvensi-konvensi internasional tersebut.

Salah satu langkah strategis dalam mengantisipasi pengakuan kualifikasi ketenagakerjaan dan pendidikan, pemerintah Indonesia telah menyusun Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dalam bentuk Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 tahun 2012 dan kemudian diperkuat oleh UU Nomor 12 tahun 2012 tentang Pendididikan Tinggi.

Lalu, KEMENRISTEK-DIKTI dengan kementerian lain seperti KEMNAKER maupun KEMENKES melahirkan beberapa kesepakatan dengan mengadakan penyetaraan kualifikasi capaian pembelajaran.

SKPI atau Diploma Supplement adalah surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Diatur dalam Permendikbud no 81 tahun 2014.

Di Indonesia terdapat keragaman kriteria yang ditetapkan oleh pengguna lulusan untuk berbagai jenis pendidikan yang ada juga sehingga secara paralel diperlukan pula kerjasama lintas kementerian, kerjasama antara pemerintah dengan industri, asosiasi profesi dan kelompok masyarakat pengguna lulusan.

Kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menyatakan capaian pembelajaran lulusan pada jenjang KKNI yang relevan, dalam suatu format standar yang mudah dipahami oleh masyarakat umum.

Implementasi KKNI dimulai dengan proses mendeskripsikan kualifikasi lulusan suatu program pendidikan secara jelas dan terukur serta secara transparan. Agar dapat dipahami oleh pihak penghasil dan pengguna tenaga kerja baik di tingkat nasional, regional maupun internasional. Luaran dari proses ini adalah deskripsi capaian pembelajaran dari program studi yang kemudian secara legal dituangkan dalam SKPI.

SKPI bukan pengganti dari ijazah dan bukan transkrip akademik. SKPI bukan juga media yang secara otomatis memastikan pemegangnya mendapatkan pengakuan. Melainkan, surat pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh Perguruan Tinggi, berisi informasi tentang pencapaian akademik atau kualifikasi dari lulusan pendidikan tinggi bergelar. Kualifikasi lulusan diuraikan dalam bentuk narasi deskriptif yang menyatakan capaian pembelajaran lulusan pada jenjang KKNI yang relevan, dalam suatu format standar yang mudah dipahami.

SKPI diterbitkan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris dan diterbitkan mengunakan kertas khusus (barcode/hologram security paper) berlogo Perguruan Tinggi, yang diterbitkan secara khusus oleh Perguruan Tinggi.

Berikut ini beberapa ayat tentang SKPI dalam Permendikbud No. 81 tahun 2014:

-Bab 2 Pasal 5 Ayat 1

Ijazah diberikan kepada lulusan perguruan tinggi disertai paling sedikit dengan Transkrip Akademik dan SKPI.

– Bab 2 Pasal 7 Ayat 1 & 2

(1) SKPI sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) paling sedikit memuat:

  1. Logo perguruan tinggi;
  2. Nama perguruan tinggi;
  3. Nomor keputusan pendirian perguruan tinggi;
  4. Nama program studi;
  5. Nama lengkap pemilik skpi;
  6. Tempat dan tanggal lahir pemilik skpi;
  7. Nomor pokok mahasiswa (npm);
  8. Tanggal, bulan , tahun masuk dan kelulusan ;
  9. Nomor seri ijazah;
  10. Gelar yang diberikan beserta singkatannya;
  11. Jenis pendidikan (akademik, vokasi, atau profesi);
  12. Program pendidikan (diploma, sarjana terapan , magister terapan, doktor terapan , sarjana, magister, doktor, profesi, atau spesialis);
  13. Capaian pembelajaran lulusan sesuai kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia secara naratif;
  14. Level Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia;
  15. Persyaratan penerimaan;
  16. Bahasa pengantar kuliah;
  17. Sistem penilaian;
  18. Lama studi;
  19. Jenis dan program pendidikan tinggi lanjutan;dan
  20. Skema tentang sistem pendidikan tinggi.

(2) SKPI sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat memuat:

Informasi tambahan tentan g prestasi lulusan selama berstatus mahasiswa; dan/atau jabatan dalam profesi.

-Bab 2 Pasal 9 Ayat 3 :

  1. Penandatangan SKPI yang diterbitkan oleh perguruan tinggi berbentuk :
  2. Universitas/Institut dilakukan oleh Dekan terkait;
  3. Sekolah Tinggi dilakukan oleh pemimpin unit pengelola Program Studi terkait;
  4. Akademi/Politeknik dilakukan oleh pemimpin unit pengelola Program Studi terkait;
  5. Akademi Komunitas dilakukan oleh Direktur.

Sumber:

https://img.akademik.ugm.ac.id/dokumen/kkni/kkni_008_dokumen_skpi.pdf
http://www.kopertis12.or.id/2014/12/19/surat-keterangan-pendamping-ijazah-skpi.html
http://www.kopertis12.or.id/2014/09/12/permendikbud-812014-ijazah-sertifikat-kompetensi-dan-sertifikat-profesi-pendidikan-tinggi.html

Reporter: Elvina Tri Audya

Editor: Rangga Dipa Yakti

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>