Published On: Mon, Jul 16th, 2018

Pemira Senma Fikom 2018 yang Berujung Aklamasi

Share This
Tags

Suasana konferensi pers yang dilakukan Panitia KPR 2018 pada Jumat (13/7) (Foto: Media Publica/Giska).

Jakarta, Media Publica – Pemilihan Raya (Pemira) Ketua Senat Mahasiswa (Senma) Fikom UPDM(B) periode 2018-2019 pada Rabu, (11/7) berujung pada pengunduran diri kandidat nomor urut 1, Muhammad Miftah Faiz. Sehingga terpilihnya kandidat nomor urut 2, Rohmat Zulkarnaen secara aklamasi. Panitia Komisi Pemilihan Raya (KPR) menggelar press conference pada Jumat, (13/7) untuk mengklarifikasi permasalahan yang terjadi selama Pemira 2018 berlangsung.

Terdapat 2 poin utama dalam pembahasan press conference tersebut. Poin pertama adalah KPR bermaksud meminta maaf, karena terjadi keterlambatan Pemira yang awalnya dimulai pukul 7.00 WIB. Namun, dalam pelaksanaanya, Pemira baru dimulai pada 14.30 WIB, sehingga mahasiswa shift pagi tidak bisa menyalurkan hak suaranya. Poin kedua adalah alasan kandidat nomor urut 1 yang biasa disapa Faiz merasa bahwa panitia KPR melakukan tindak kesengajaan yang merugikan pihaknya.

Nabila Fitriana selaku ketua KPR menjelaskan bahwa asumsi Faiz yang menganggap adanya kesengajaan tidak lain karena adanya kendala internal panitia KPR. Selain itu, Nabila juga menjelaskan bahwa tidak adanya panduan untuk menjalankan kegiatan KPR juga merupakan salah satu faktornya. “Kendalanya pertama diinternal saya. Kedua, saya tidak punya panduan untuk menjalankan kegiatan ini, makanya banyak hal yang masih salah dan harus diperbaiki.” Tuturnya di dalam press conference.

Faiz memberikan penjelasan bahwa sebelumnya panitia KPR memberikan informasi kepadanya bahwa mekanisme Pemira akan diubah yang tadinya 1 hari, menjadi 2 hari. Hari pertama dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB hingga 21.00 WIB, lalu hari keduanya dimulai pukul 7.00 WIB hingga 14.00 WIB dan dilanjutkan dengan penghitungan suara di hari kedua. Namun, sebelum hari kedua terlaksana, panitia KPR memberikan kabar bahwa penghitungan suara dimajukan di hari pertama pada pukul 19.00 WIB.

Merasa dipermainkan, Faiz memutuskan untuk mengundurkan diri. “Saya dan tim menganggap suaranya tidak sah, karena itu adalah suatu kecacatan. Shift pagi tidak milih, padahal tujuan KPR di sini adalah pesta demokrasi, semua yang memiliki KTM Fikom, terdaftar dan aktif boleh memilih. Sedangkan, shift pagi tidak memilih.” Ungkapnya.

Kandidat Nomor 1 Mengaku Mengambil Keputusan Karena Faktor Emosi

Keesokan harinya yaitu pada kamis tanggal 12 Juli 2018, Faiz bertemu beberapa tim suksesnya dan menceritakan permasalahan yang terjadi. Berdasarkan pertemuan tersebut, tim sukses Faiz meminta ia ingin kembali maju menjadi ketua Senma Fikom periode 2018-2019. Hal tersebut diutarakan Faiz dalam press conference, “saya menjelaskan semuanya ke KPR dan minta maaf saya karena saya mengakui mengambil keputusan karena faktor emosi.”

Namun Faiz sudah terlambat, berdasakan keputusan KPR Faiz tidak bisa lagi maju sebagai kandidat Senma Fikom periode 2018-2019 dengan beberapa alasan tertentu. Diantaranya KPR  sudah membuat dan mempublikasikan  press release dan menyampaikan ke pihak fakultas bahwa Faiz telah mengundurkan diri.

Meskipun Faiz sudah dinyatakan mengundurkan diri, namun ia menerimanya dengan sportif. “Yowes gapapa terlepas dari permasalahan yang ada, saya sudah memaafkan KPR akan kesalahan itu dan saya mewajari atas semua ketidaksempurnaan ini. Di hari kedua pun saya juga secara gak langsung mempermainakan KPR dan lembaga dengan menarik statement saya yang mengeluarkan diri,“ ujar Faiz.

Kelanjutan dari Pemira

Nabila menjelaskan kepada Media Publica bahwa pemilihan kandidat nomor urut 2, Rohmat Zulkarnaen secara aklamasi merupakan salah satu bentuk profesionalitas dari panitia KPR.  Hal ini juga sudah mendapatkan persetujuan dari pihak fakultas dan perangkat LKM, “ Sebelum KPR menentukan aklamasi, KPR sudah menginformasikannya ke Fakultas dan LKM, jadi sudah disetujui oleh pihak-pihak terkait.” Ujarnya saat dihubungi via Line.

Press conference merupakan bentuk awal panitia KPR dalam mengumumkan kadidat terpilih serta memberikan permohonan maaf atas kesalahan yang dilakukan, selanjutnya panitia KPR berniat untuk mengadakan pidato terbuka terhadap kandidat terpilih. Nantinya Zulkarnaen akan menjelaskan alasan ia terpilih kepada civitas akademika Fikom UPDM(B), serta menjelaskan bagaimana visi dan misinya untuk Senma Fikom kedepannya.

Sebelumnya, Faiz sempat memberikan permohonan kepada panitia KPR agar dapat memberikan waktu luang agar ia dapat ikut berpidato sebagai bentuk permohonan maaf kepada seluruh tim sukses dan pendukungnya atas keputusan pengunduran diri. Namun, hal itu belum dikonfirmasi lebih lanjut apakah benar nantinya Faiz juga akan ikut berpidato.

Mekanisme yang Kurang

Sebelum menetapkan Zulkarnaen terpilih secara aklamasi, Nabila menjelaskan bahwa sempat terlintas pikiran untuk melakukan sistem kotak kosong. Namun, belum adanya regulasi dan mekanisme untuk menjalankan sistem kotak kosong. Pihak Fakultas juga menyarankan agar panitia KPR hanya menjalankan apa yang sudah biasa dilakukan saja dan mengambil jalan terbaiknya.

Nabila pun memberikan saran untuk lembaga agar membuat peraturan tertulis untuk kepanitian KPR selanjutnya. Jika nantinya peraturan tersebut sudah ada dan ditanda tangani oleh semua pihak, panitia KPR dapat melakukan tindakan, seperti sistem kotak kosong. “Nanti jika sudah ada aturan tertulisnya sudah ditanda tangani oleh semua pihak baru dijalankan.” Ucapnya.

Drs. Freddy Richardo, M.Si selaku Kepala Bagian Mahasiswa dan Alumni menjelaskan bahwa dalam pelaksanaanya, panitia KPR tidak mempunyai mekanisme. Panitia KPR seharusnya melakukan setiap kegiatannya sesuai dengan jadwal dan harus bekerja keras agar tim dapat melakukan tugasnya dengan baik. Selain itu, kandidat yang telah terdaftar menjadi ketua Senma tidak bisa mengundurkan diri di persimpangan atas dasar praduga bahwa panitia KPR melakukan suatu kesalahan yang disengaja.

“Ini kekurangan kita dari belajar kelembagaan. Kita harus mau diskusi, kemudian kita harus merasa kita masih kurang informasi tentang kelembagaan,” jelas Freddy.

Reporter: Elvina Tri Audya & Giska Cyrilla Calista

Editor: Rangga Dipa Yakti

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>