Published On: Thu, May 17th, 2018

Optimalkan Konten Marketing melalui Visual Storytelling

Share This
Tags

Ilustrasi

Jakarta, Media Publica – Penggunaan konten visual kian berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Hal ini dikarenakan bentuk visual lebih menarik minat pembaca untuk mencari tahu lebih lanjut terkait konten yang disampaikan.

Mada Riyanhadi selaku Brand Designer di Visual Project, menjelaskan bahwa berbagai macam cara dapat digunakan untuk memvisualisasikan konten tersebut. Selain melalui grafik, ilustrasi dan video, konten marketing juga dapat dikemas dalam bentuk visual storytelling agar menarik perhatian target audiens.

“Untuk saat ini di marketing, apalagi di Indonesia, orang-orangnya cenderung lebih suka melihat visualnya dulu. Cara membuat orang tertarik dengan konten kita yakni kita buat visualnya lebih menarik dengan cara itu visual storytelling. Kita bisa kombinasikan foto, teks, video, itu khususnya untuk di Instagram stories.” Jelas Mada saat ditemui Media Publica, Kamis (3/5).

Sebagai pelaku industri kreatif, ia juga menyebutkan bahwa penggunaan visual storytelling dalam strategi pemasaran khususnya di Instagram, menjadi salah satu marketing tools  di perusahaan. Dengan mengkombinasikan berbagai macam fitur-fitur di Instagram, pembuatan konten akan menjadi lebih optimal.

“Saranku adalah optimalkan di Instagram stories. Meskipun kita sudah bagus di feed-nya, sudah kita tata sedemikian rupa, alangkah baiknya stories itu juga kita optimalkan. Dari situ akan membuat marketing di Instagram lebih powerful,” ujar Mada.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan konten visual storytelling, yakni menentukan topik pembahasan, target konsumen, membuat struktur cerita, serta menambahkan gambar atau video yang mendukung cerita. Hal tersebut dikemas secara kreatif agar menghasilkan konten visual yang menarik untuk dilihat. Mada menambahkan, persiapan yang matang sebelum mengunggah konten visual diperlukan agar tidak menimbulkan persepsi lain.

“Misalnya orang berkomentar karena penulisan caption stories kita yang typo. Kan enggak bisa diulangi. Jadi, dibikin aja dulu persiapannya. Saranku bukan langsung bikin di storiesnya, tapi dibikin aja dulu manual di handphone.” Tutur Mada. Selain peran kreatifitas dan persiapan yang matang, berbisnis di media sosial juga harus melihat karakteristik dari followers atau pun karakteristik dari brand yang dikembangkan. Sehingga konten visual yang dihasilkan sesuai dengan target pasar.

Salah satu tantangan yang sering dihadapi ketika memasarkan produk di media sosial yakni kritik dan komentar dari para customer. Meski begitu, Mada menilai bahwa kritik yang disampaikan tersebut bukanlah halangan untuk mengurangi kreativitas dalam membuat konten visual yang menarik. Justru interaksi yang ditimbulkan akan membantu perusahaan mengatur langkah strategi brand selanjutnya. Konsisten menjalankan hal yang ditekuni menjadi kunci untuk memberikan dampak baik bagi brand itu sendiri.

“Kalian tetap konsisten dengan apa yang kalian buat, passion kalian. Lama-kelamaan kritik yang membangun itu akan memberikan dampak baik untuk kita. Orang mengkritik bukan mencari kesalahan kita, tapi untuk membangun kita supaya jadi lebih baik.” Pungkas Mada.

Reporter: Ranita Sari

Editor: Mohammad Thorvy Qalbi

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>