Published On: Tue, May 8th, 2018

Saksi Kunci, Investigasi Skandal Pajak Terbesar di Indonesia

Share This
Tags

Judul : Saksi Kunci Penulis : Metta Dharmasaputra Penerbit : TEMPO Tahun terbit : 2013 Jumlah halaman : 446 halaman

Media Publica – Kasus manipulasi pajak Asian Agri Group yang menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 triliun, berhasil terungkap berkat kerja keras Metta Dharmasaputra melalui liputan investigasi yang dilakukannya. Metta yang merupakan wartawan Tempo, menuliskan buku setebal 446 halaman ini berdasarkan hasil cek silang terhadap beberapa dokumen. Mulai dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang disusun oleh kepolisian, dokumen putusan pengadilan, dokumen dan surat elektronik internal perusahaan Asian Agri serta berdasarkan kedua catatan harian yang dimiliki oleh Vincent dan Metta.

Terungkapnya penyelewengan pajak yang dilakukan pihak Asian Agri Group bermula saat Vincentius Amin Sutanto, yang merupakan terpidana kasus pencucian uang dengan hukuman kurungan 11 tahun oleh Pengadilan, membocorkan rahasia itu kepada Tempo dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelum menyerahkan diri kepada Polda Metro, mantan Group Financial Controller Asian Agri ini sempat kabur ke Singapura. Keputusan tersebut diambilnya setelah aksinya membobol uang perusahaan perkebunan kelapa sawit raksasa ini senilai US$ 3,1 juta atau sekitar Rp 28 miliar pada November 2006 terbongkar.

Vincent sempat mohon ampun kepada Sukanto Tanoto, bos Royal Golden Eagle yang merupakan induk Asian Agri, sekaligus orang terkaya di Indonesia pada 2006 dan 2008 versi majalah Forbes. Ia mengancam akan membocorkan data-data internal perusahaan jika permintaannya tidak dikabulkan. Namun, permohonannya tersebut ditolak. Vincent kemudian membocorkan data-data dan informasi tersebut kepada Metta dan KPK. Dari situlah, terkuak indikasi manipulasi pajak Asian Agri senilai total Rp 1,3 triliun yang merupakan skandal pajak terbesar dalam sejarah Republik.

Sebagai seorang whistleblower, istilah yang dipakai untuk menyebut seseorang yang menginformasikan tentang praktek suatu kejahatan, nyawa Vincent kerap kali terancam. Vincent yang menjadi saksi kunci perkara ini, berkali-kali mendapatkan teror dan ancaman dari berbagai pihak, khususnya dari Asian Agri Group.

Kasus berlanjut hingga pertemuan antara Metta dan Vincent dilakukan. Vincent menceritakan data-data terkait penggelapan pajak yang dilakukan oleh perusahaannya. Dalam buku ini, Metta menyebutkan satu persatu dari tiga indikasi penyelewengan pajak Asian Agri, yaitu berupa pembuatan biaya fiktif, praktek manipulasi harga melalui skema transfer pricing dan transaksi lindung nilai alias hedging fiktif.

Proses kerja jurnalistik investigasi yang dilakukan oleh Metta mengundang pro-kontra dari berbagai pihak. Dirinya dituding menerima suap dan upaya pembongkaran kejahatan Sukanto Tanoto yang dilakukannya merupakan agenda lawan bisnis.

Namun, Metta berhasil membuktikan dengan menuliskan buku ini berdasarkan sudut pandang dirinya sebagai jurnalis yang melakukan proses kerja jurnalistik. Untuk menjaga akurasi dan obyektivitas, penulisan berdasarkan pada dokumen-dokumen otentik, kesaksian di pengadilan dan wawancara langsung dengan para narasumber. Hal ini dibuktikan dengan adanya lampiran sejumlah data-data seperti jejak kasus Asian Agri Group selama 2006 – 2013, struktur perusahaan Asian Agri, tiga skema manipulasi pajak Asian Agri, serta hak jawab Asian Agri di bagian belakang buku ini.

Peresensi: Ranita Sari

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>