Published On: Sun, Apr 1st, 2018

Minimnya Fasilitas Pendidikan bagi Penyandang Disabilitas

Share This
Tags

Ilustrasi: www.jawapos.com

Oleh: Intan Chrisna Devi*

Perguruan tinggi merupakan tempat berkumpulnya mahasiswa untuk mendapatkan ilmu dan pengalaman sebagai penunjang dunia kerja mereka. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan bantuan dari pemerintah kepada pihak perguruan tinggi untuk memfasilitasi sarana kegiatan belajar mahasiswanya, khususnya bagi mahasiswa penyandang disabilitas. Namun, hal ini sangat disayangkan karena faktanya masih sedikit perguruan tinggi yang menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Padahal menurut Peraturan Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Permenristekdikti) No: 44 Tahun 2015 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pada pasal 37 disebutkan, yaitu: Ayat (1) Perguruan tinggi harus menyediakan sarana dan prasarana yang dapat diakses oleh mahasiswa yang berkebutuhan khusus. Ayat (2) Sarana dan prasarana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas: a. pelabelan dengan tulisan Braille dan informasi dalam bentuk suara; b. lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda; c. jalur pemandu (guiding block) di jalan atau koridor di lingkungan kampus; d. peta/denah kampus atau gedung dalam bentuk peta/denah timbul; dan e. toilet atau kamar mandi untuk pengguna kursi roda. Ayat (3) pedoman mengenai sarana dan prasarana bagi mahasiswa yang berkebutuhan khusus sebagaimana dimaksud pada ayat (2) di tetapkan oleh Direktur Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan.

Jika melihat peraturan diatas, masih banyak perguruan tinggi negeri maupun swasta yang belum sepenuhnya melaksanakan kewajiban tersebut, terkait pemberian sarana dan prasarana bagi mahasiswa berkebutuhan khusus. Padahal, pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi semua orang. Sudah sewajarnya bagi suatu perguruan tinggi memiliki fasilitas bagi penyandang disabilitas.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dirjen Dikdasmen), di masa sebelumnya hanya beberapa perguruan tinggi yang bisa dijadikan wadah bagi penyandang disabilitas dalam mengenyam pendidikan. Mereka hanya bisa berkuliah di perguruan tinggi yang memiliki jurusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) dan perguruan tinggi yang sudah memberikan alokasi khusus dalam penerimaan mahasiswa baru bagi penyandang disabilitas. Kebanyakan hanya berasal dari perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Brawijaya (Unibraw), Insitut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dan Universitas Negeri Malang (UM).

Sementara itu, masih sedikit perguruan tinggi yang menyediakan fasilitas bagi penyandang disabilitas yang sesuai standar di Indonesia. Salah satu faktornya adalah karena menyangkut masalah pendanaan, dan ruang gerak mahasiswa. Belum lagi kekhawatiran mengenai diskriminasi atau penolakan dari pihak perguruan tinggi yang menghambat mahasiswa penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan.

Penyandang disabilitas masih harus berjuang keras untuk memperoleh persamaan dan kesempatan dalam mengakses pendidikan di seluruh jenjang pendidikan secara khusus maupun inklusif. Karena penyandang disabilitas berhak mengikuti proses pendidikan di perguruan tinggi pada umumnya.

Mengenyam pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukan hanya bagi mereka yang berkecukupan dan berprestasi saja, tetapi pendidikan juga dapat ditempuh bagi semua orang yang menginginkannya. Sangat disayangkan bila keinginan tersebut tidak tercapai hanya karena tidak adanya sarana dan prasarana yang memadai. Maka dari itu, harus ada kesadaran dari orang-orang yang berpengaruh besar dalam pendidikan untuk membantu memenuhi kebutuhan para pelajar di seluruh Indonesia, tak terkecuali bagi pelajar yang berkebutuhan khusus.

*Penulis merupakan anggota Media Publica.

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>