Published On: Mon, Jan 22nd, 2018

The Greatest Showman: Satukan Perbedaan

Share This
Tags

Judul: The Greatest Showman
Sutradara: Michael Gracey
Pemain: Hugh Jackman, Michelle Williams, Zac Efron, Zendaya, Rebecca Ferguson

Jakarta, Media Publica – Perbedaan bukanlah penghalang bagi seseorang untuk berkarya. Ibaratkan sebuah pelangi, perbedaan ras, suku dan latar belakang menjadi keanekaragaman warna agar terbentuk kesatuan yang indah. Keindahan ini cocok untuk menggambarkan film The Greatest Showman yang dikemas secara berbeda melalui pertunjukkan sirkus sebagai ajang pemersatu.

Film The Greatest Showman merupakan adaptasi dari kisah nyata kehidupan Phineas Taylor “P.T.” Barnum saat mendirikan Barnum and Bailey Circus yang berhasil membuat pertunjukan hebat dan fenomenal ditahun 1840-an. Film yang dibalut secara musikal ini dapat membuat penonton berimajinasi di kehidupan Barnum yang luar biasa.

Kisah ini diawali dengan kehidupan masa kecil Barnum yang diperankan oleh Hugh Jackman, anak seorang penjahit miskin yang jatuh cinta dengan Charity (Michelle Williams), putri majikannya yang kaya raya. Kecintaannya pada Charity membuat ia termotivasi untuk menjadi sukses, hingga akhirnya ia berhasil menikahi pujaan hatinya.

Suatu ketika perusahaan tempat ia bekerja bangkrut, namun hal ini tak membuat Barnum kehilangan akal untuk mencari pekerjaan baru demi menafkahkan keluarganya. Ia pun mengumpulkan orang-orang aneh di seluruh kota yang dikucilkan masyarakat untuk diajaknya bergabung dalam pertunjukkan sirkus miliknya. Mulai dari lelaki bertubuh kerdil, wanita berjenggot, pria dengan wajah penuh rambut, serta orang-orang dengan keanehan lain yang dianggap berbeda dari manusia pada umumnya.

Meski ditentang oleh masyarakat yang tidak menerima perbedaan dan keanehan orang lain, pada akhirnya Barnum berhasil meyakinkan mereka untuk mencintai dan berani menunjukkan diri. Tak disangka, keanehan yang dimiliki orang-orang tersebut diubahnya menjadi sebuah keunikan dan menarik perhatian banyak pengunjung untuk datang menyaksikan Barnum Circus. Hal ini dikarenakan Barnum percaya bahwa setiap orang merupakan makhluk yang istimewa, terlepas dari kekurangan masing-masing.

Saat Barnum Circus mulai mengepakan sayapnya, ia terlena untuk membuat tur konser tunggal bersama Jenny Lind (Rebecca Ferguson) sebagai batu lompatan. Semakin Barnum mencapai puncak kejayaan, ia lupa akan tempatnya berasal dan terbuai akan kepopularitasannya. Dari situ masalah mulai muncul satu persatu, mulai dari rumahnya disita oleh bank, hingga gedung sirkus miliknya hangus terbakar.

Film garapan sutradara Michael Gracey ini membuat decak kagum penonton selama menyaksikannya. Di sisi lain, kepiawaian para aktor dalam memainkan peran patut diacungi jempol. Misalnya seperti adegan Zendaya dan Zac Efron saat melakukan akrobat trapeze, lompat indah melayang pada seutas tali tanpa bantuan stuntman.

Kolaborasi musik dengan pertunjukkan sirkus dikemas secara apik oleh sang sutradara. Alunan musik yang diaransemen oleh Benj Pasek dan Justin Paul mampu menciptakan lagu dalam tiap momentum, seperti pada lagu ‘This is Me’ yang mendapatkan penghargaan di Golden Globe sebagai Best Original Song – Motion Picture.

Sebelum The Greatest Showman dibuat, Hugh Jackman telah memimpikan film ini sejak tahun 2009, hingga akhirnya di tahun 2018 impiannya terealisasikan dengan sempurna. Tidak heran jika film ini berhasil memenangkan Heartland Film sebagai Truly Moving Picture Award untuk Sutradara, Perusahaan Produksi dan Distributor.

 

Reporter: Ranita Sari & Via Oktaviani

Editor: Gieska Cyrilla Calista

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>