Published On: Fri, Dec 22nd, 2017

Andriansyah: Kami Mengajak Saudara Ikut Rekonsiliasi

Share This
Tags

Dr. Andriansyah, M.Si tengah mendengarkan aspirasi dari mahasiswa yang tergabung dalam Aksi Mahasiswa Fikom. (Foto: Media Publica/Rangga)

Jakarta, Media Publica – Aksi menuntut turun Dekan Fikom, Dr. Prasetya Yoga Santoso MM, masih berlanjut hingga Kamis (21/12). Dr. Andriansyah, M.Si selaku Pelaksana Tugas (Plt) Rektor tidak memiliki wewenang mengambil keputusan akan tuntutan penurunan Dekan. Tawaran rekonsiliasi dengan pihak rektorat dan yayasan dianggap sebagai solusi dari permasalahan ini.

Andriansyah berpendapat, ia tidak bisa memutuskan karena tidak dalam wewenangnya, “Prof Rudy kan posisinya sedang cuti. Jadi memberikan Plt kepada saya selaku Warek I, tapi  Plt itu tidak dapat membuat suatu keputusan jika kita bicara secara administratif yang benar,” pungkasnya.

Selain itu, Ia mengaku siap menampung aspirasi mahasiswa Fikom, “Kami dengan rektorat khususnya menampung aspirasi saudara-saudara terkait dengan persoalan ini. Kami mengajak saudara-saudara (red-Peserta Aksi Massa) ikut rekonsiliasi saja,” tawarnya.

Andriansyah menilai sepuluh poin yang dituntut mahasiswa belum cukup kuat untuk dijadikan alasan menurunkan Dekan Fikom, “Tuntutan-tuntutan kalian bisa dicari tapi ketika tuntutan-tuntutan itu sudah melampaui kewenangan perlu ada pembahasan yang tidak gampang,” lanjutnya.

Namun ia mengatakan akan tetap berusaha menyelesaikan sepuluh tuntutan tersebut dengan pihak rektorat dan yayasan dengan harapan tidak ada pihak manapun dirugikan dalam hasil dari rapat penuntutan yang diutarakan oleh Mahasiswa Fikom.

Sementara itu, mahasiswa masih belum puas dengan keputusan rektorat. Mereka menilai permasalahan ini tidak dapat diselesaikan dengan rekonsiliasi saja, “Dekan kita menolak mediasi sebanyak tiga kali. Padahal, kita menawarkan solusi karena tahu Fikom sedang bermasalah,” ungkap salah satu mahasiswa aksi.

Berikut ini 10 poin tuntutan mahasiswa Fikom :

  1. Tidak bertanggung jawab atas pembagian almamater mahasiswa baru Fikom UPDM (B)
  2. Pembatasan hak mahasiswa baru 2017 dalam mengikuti kepanitian Inaugurasi
  3. Pembatasan hak mahasiswa untuk menjalankan dan mengikuti kegiatan mahasiswa berdasarkan IPK
  4. Tidak menghadiri segala bentuk kegiatan mahasiswa
  5. Tidak adanya transparansi informasi kepada mahasiswa Fikom UPDM (B)
  6. Tidak bertanggung jawab atas segala bentuk pungutan biaya diluar biaya pokok
  7. Berleha-leha diruang rektorat UPDM (B) dan tidak mau bertanggung jawab untuk menemui mahasiswa Fikom UPDM (B)
  8. Mengucapkan kalimat kasar berdasarkan mahasiswa Fikom UPDM (B)
  9. Membuat informasi palsu kepada pihak kepolisian bahwa adanya penyandraan didalam kampus
  10. Tidak adanya transparansi informasi kepada mahasiswa Fikom UPDM (B) terkait beasiswa yang diperuntukan oleh mahasiswa Fikom UPDM (B).

Reporter: Elvina Tri Audya & Rangga Dipa Yakti
Editor: Mohammad Thorvy Qalbi

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>