Published On: Tue, Oct 17th, 2017

Sampaikan Lebih Banyak dengan Jurnalisme Visual

Sumber: dotcomplicated.co

Jakarta, Media Publica – Produk jurnalistik tidak selalu hanya berupa baris tulisan. Berita dapat memuat banyak sisi artistik untuk diceritakan, salah satunya dalam bentuk jurnalisme visual. Sifat multimedia pada jurnalistik online menjadikannya sebagai bentuk jurnalistik masa depan, dimana wartawan tidak hanya menyusun teks berita dan menampilkan foto, tapi juga melengkapinya dengan suara dan gambar.

Menurut Atmaji Sapto Anggoro selaku Pemimpin Redaksi Tirto.id, jurnalisme visual terbentuk seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih. Generasi saat ini mempunyai keinginan untuk membaca dan memperoleh informasi yang jauh lebih banyak, tetapi dengan waktu yang efektif. Jurnalisme visual hadir sebagai proses digitalisasi yang direalisasikan melalui media digital, dan menjadi konsumsi sehari-hari masyarakat umum sebagai sumber informasi.

Atmaji menambahkan bahwa jurnalisme visual merupakan salah satu pilihan yang tepat dan baik, sebab terdapat beberapa hal yang tidak mudah disampaikan oleh kata-kata dan tulisan. “Melalui bentuk visual, hal itu menjadi mudah untuk dijelaskan. Apalagi didukung oleh teknologi yang semakin mudah dan murah, maka multimedia visual jurnalisme dimungkinkan untuk dikembangkan saat ini”.

Konten yang disajikan oleh media online secara umum sama dengan media cetak seperti koran atau majalah, yakni terdiri dari berita, feature, foto, dan iklan. Yang berbeda dengan media cetak adalah kemasan informasi media online tidak hanya dalam bentuk teks dan gambar, namun juga dilengkapi dengan audio, video, gambar, animasi dan grafis.

“Sebenarnya konten itu sama, tapi cara menyampaikannya bermacam-macam. Ada beberapa model penyampaian, misalnya bertutur menggunakan suara, tulisan,  gambar, atau gambar yang bergerak. Contohnya konten infografik yang dibuat sedemikian rupa agar mudah dimengerti orang,” tutur Atmaji.

Pengolahan konten yang terdapat pada jurnalisme visual perlu diperhatikan agar menarik minat pembaca. Menurut Atmaji, konten berita yang berat terkadang bisa lebih mudah dipahami jika disampaikan dengan cara yang menarik dan lucu. Semua itu tergantung bagaimana seorang komunikator mengemas pesan yang disampaikan agar mudah dipahami oleh komunikan. Selain itu, media online bersifat fleksibel karena pemuatan dan editing naskah dapat dilakukan kapan pun dan dimana pun.

Kapasitas penyampaiannya luas menjangkau seluruh dunia yang memiliki akses internet. “Di tahun mendatang, jurnalisme visual akan menjadi mayoritas bagi semua kalangan. Jadi, perkembangannya jauh akan lebih cepat dan semakin murah, juga semakin applicable untuk pengguna media online generasi  milenial dan generasi Z,” tutupnya.

Reporter: Ranita Sari

Editor: Anisa Widiasari