Published On: Sat, Oct 14th, 2017

Beragam Aliran Musik dalam Synchronize Festival 2017

Suasana pengunjung Synchronize Festival di panggung Lake Stage yang sedang menikmati penampilan dari HiVi, Jakarta (6/10). Synchronize Festival 2017 merupakan festival musik yang dipenuhi beragam genre dan diisi oleh 102 musisi lokal. (Foto: Media Publica/Thorvy)

Jakarta, Media Publica – Synchronize Festival 2017, festival musik dengan konsep unik telah usai diselenggarakan pada 6 hingga 8 Oktober di Gambir Expo, Jakarta. Acara yang merupakan hasil kolaborasi antara Dyandra Promosindo dan Demajors tersebut telah sukses memadukan 102 penampilan musik lintas genre.

Sama seperti awal kelahirannya di tahun 2016, Synchronize Festival hanya menampilkan berbagai musisi dalam Negeri. Hal tersebut bertujuan untuk merayakan keberagaman musik Indonesia dan sebagai corong pergerakan musik lokal agar berdaulat di negeri sendiri.

“Synchronize Festival 2017 diharapkan menjadi wadah ekspresi berbagai kolektif lokal di rumahnya sendiri dan juga sebagai langkah nyata proses perkembangan terkini kancah musik nasional,” ujar David Karto selaku Director Synchronize Festival.

Director PT Dyandra Promsinda, Muhammad Riza menambahkan bahwa Synchronize Festival 2017 merupakan ajang musik Indonesia unjuk gigi. “Synchronize Fest ini ajangnya musik Indonesia unjuk gigi dengan segala variasi yang kita punya. Kita ini kaya akan music dan hanya di Synchronize Fest kita bisa menikmati itu semua,” jelas Riza.

Selain terdiri dari beragam aliran musik, para musisi Synchronize Festival merupakan artis terfavorit dari dekade 60-an, hingga 2000-an. Para musisi pengisi acara Sychronize Festival tidak ditampilkan dalam sebuah panggung besar, melainkan di atas lima panggung berbeda. Antara lain Dynamic Stage, Lake Stage, Forest Stage, Distric Stage, dan Gigs Stage.

“Aku seneng banget, soalnya semua yang main disini musisi Indonesia. Terus ngeliat responnya (antusias) kayak gitu dan yang main pun dari generasi sekarang hingga generasi dulu, semua ada. Semuanya ngumpul disini. Ini adalah sesuatu yang bagus dalam perkembangan musik di Indonesia. Ini bisa jadi barometernya juga dan saya senang dengan itu,” ujar vokalis Stars and Rabbit, Elda Suryani saat ditemui Media Publica selepas penampilannya di panggung Distric Stage, (8/10).

Grup Band Slank sendang menyanyikan lagu yang berjudul Terlalu Pahit di atas panggung Dynamic Stage, Jakarta (8/10). (Foto: Media Publica/Thorvy)

Menurut salah satu pengunjung, Ilham Qhodar, Synchronize Fesival 2017 sangat aman dan nyaman walau selalu ramai pengunjung di setiap hari acara berlangsung. “Unik aja sekarang festivalnya rame, aman, nyaman,  dan yang gue seneng ada musik metalnya juga,” tutur pria asal Cipinang tersebut.

Sedangkan, menurut Estu Ernesto yang turut mengunjungi festival ini, Synchronize Festival 2017 sangat seru dan bagus. “Yang paling penting adalah di sini semua lintas genre. Jadi yang paling menarik, gue bisa nikmatin semua musiknya,” tambahnya.

Ernesto juga berharap bahwa Synchronize Festival tahun berikutnya agar dibuatkan film dokumenter agar dapat dikenang. “Kalau perlu ada something-nya kaya bikin film dokumenter” tutupnya.

Reporter: Mohammad Thorvy Qalbi & Fernando Avi

Editor: Anisa Widiasari