Published On: Sun, Sep 3rd, 2017

Terlihat Serupa, Ini Perbedaan Campak, Rubella, dan Roseola

Ilustrasi : sehatmagz.com

Jakarta, Media Publica – Campak, Rubella, dan Roseola mempunyai kesamaan gejala klinis, yaitu muncul ruam merah di kulit penderitanya. Meski secara kasat mata terlihat serupa, nyatanya  ketiga penyakit ini memiliki perbedaan yang signifikan. Sementara itu, untuk mencegah kesalahan dalam penanganan, mari kenali perbedaan ketiga penyakit tersebut.

 

Campak (Morbili, Measles, Rubeola)

Campak merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus Morbili yang termasuk dalam golongan Paramyxovirus. Penyakit ini rentan terhadap bayi yang tidak mendapat imunisasi, bayi yang berumur lebih dari 1 tahun, remaja, dan dewasa yang belum mendapatkan imunisasi kedua. Umumnya, campak hanya menyerang sekali seumur hidup, karena pasca campak membuat antibodi seseorang menjadi aktif.

Penderita yang terinfeksi campak dimulai dengan demam tinggi, batuk kering, hidung tersumbat, mata merah, serta muncul ruam merah pada kulit yang dimulai dari belakang telinga, wajah, lalu menjalar ke seluruh tubuh. Campak dapat menular sejak empat hari sebelum ruam merah muncul sampai empat hari setelah ruam merah hilang.

Pengobatan dalam campak biasanya berupa self-limiting disease (dapat sembuh dengan sendirinya) yang sangat bergantung dengan daya tahan tubuh penderita. Untuk mempercepat penyembuhan, biasanya dapat didukung oleh istirahat, mengkonsumsi obat penurun panas, vitamin A, dan air.

Rubella (Campak Jerman, Campak 3 Hari)

Rubella adalah infeksi yang disebabkan oleh virus Rubella dan menyerang kulit serta kelenjar getah bening. Pada umumnya Rubella menyerang anak-anak, remaja, hingga ibu hamil. Rubella biasanya lebih ringan dari campak, namun jika menyerang ibu hamil, rubella berpotensi tinggi menyebabkan sindrom rubella kongenital hingga kematian pada bayi. Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat pada bayi yang lahir dengan sindrom ini.

Virus rubella akan menyebar ke seluruh tubuh dalam jangka waktu 5-7 hari begitu terinfeksi. Pada umumnya, rubella membutuhkan waktu 14 hingga 21 hari untuk menimbulkan gejala bagi penderita. Gejala yang timbul berupa demam, sakit kepala, hidung tersumbat, tidak nafsu makan, mata iritasi ringan, pembengkakan pada telinga dan leher, serta terdapat ruam di kulit.

Penderita rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus dan dapat melakukan pengobatan rawat jalan dengan sederhana. Langkah sederhana yang dapat dilakukan dengan istirahat cukup, minum air putih yang banyak, mengkonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk demam dan nyeri sendi, serta minum campuran air hangat dengan madu dan lemon untuk hidung tersumbat. Tujuan dari langkah sederhana ini untuk meringankan gejala, bukan untuk menyembuhkan rubella.

Roseola (Sixth Disease, Exanthema Subitem)

Roseola adalah penyakit yang disebabkan oleh virus HHV-6 atau virus Herpes tipe 6. Roseola biasanya terjangkit pada anak berusia 2-6 tahun, namun juga dapat menyerang anak yang umurnya lebih kecil maupun lebih besar. Penyakit ini terbilang ringan, selama 3-5 hari akan timbul ruam kulit, setelah itu tidak memiliki dampak lain yang berbahaya.

Gejala dari roseola ini berupa demam tinggi, lesu, pegal-pegal, serta penurunan nafsu makan. Setelah demam reda, muncul ruam menyerupai bentuk bunga mawar di seluruh tubuh atau hanya pada bagian tertentu seperti area wajah, leher, dan dada. Ruam akan bertahan selama kurang lebih 3-5 hari lalu kemudian berangsur-angsur hilang kembali. Setelah ruam hilang, kulit akan kembali normal tanpa adanya bekas.

Pengobatan roseola adalah dengan obat-obat simptomatik (obat yang bertujuan meringankan gejala), seperti obat nyeri, obat penurun panas dan obat pengurang rasa gatal. Penderita tidak diberikan obat antivirus atau antibiotik, namun obat peningkat daya tahan tubuh dapat diberikan untuk melawan virus.

Itulah beberapa perbedaan campak, rubella, dan roseola yang bisa kita kenali. Hal terpenting adalah selalu menjaga kesehatan tubuh agar daya tahan tubuh kuat dan lakukan imunisasi sesuai dengan ketentuannya. Sehingga tubuh akan terhindar dari berbagai serangan virus.

 

Sumber: Berbagai Sumber

Reporter : Gieska C. Calista

Editor: Elvina Tri Audya