Published On: Fri, Jun 23rd, 2017

Anyam, Nyaman, Runyam

*Oleh: Moh. Thorvy Qalbi

Ilustrasi

Angan-angan dianyam
Akan berbuah cipta
Cipta, karsa dan cita rasa
Semua angan bhineka
Menjadi tunggal ika
Tak ada bercita pecah
Semua ingin tunggal ika
Nampaknya hanyalah angan belaka
Semua gegara kepentingan modal
Yang tak hentinya memberi dolar
Angan-angan bikin nyaman
Indonesia negeri aman nan nyaman
Bagi ia yang memiliki simpanan
Kumpul asal ga makan
Beralih jadi kumpul biar memakan
Memakan teman
Memakan amanah
Memakan jelata
Memakan nyawa
Demi tercapai cita berkuasa
Berkuasa diatas segala
Masa bodoh yang sengsara
Masa bodoh yang meratap
Masa bodoh tunggal ika
Asal keluarga bisa nyaman
Angan-angan runyam
Tunggal ika hanyalah angan
Di bangsa yang minim asah logika
Sejak kecil Panca hanya diajar kerja
Tanpa menerapkan sila kemanusian
Semua butuh uang
Semua ingin uang
Semua keluar uang
Sikut sana sini
Rogoh saku teman
Ah, aku bosan bersua
Karena semua yang punya angan
Sudah merasa sangat nyaman
Lupa jika bangsa sedang runyam
Dengan setumpuk kotoran masa silam
Bapak negara Indonesia menekankan
Tentang musuh utama di masa depan
Beliau berkata perjuangan belum tuntas
Musuhnya bukan lagi penjajah
Yang datang dari eropa terpuja
Namun, musuhnya adalah sesama kita.
*Penulis merupakan mahasiswa Fikom UPDM(B)) angkatan 2015 yang juga merupakan Pemimpin Umum LPM Media Publica periode 2016-2017