Published On: Wed, Jun 21st, 2017

Intip Tradisi Idul Fitri di Berbagai Belahan Dunia

Jakarta, Media Publica – Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran menjadi puncak kemenangan bagi seluruh umat Islam di dunia setelah melaksanakan ibadah puasa sebulan lamanya di bulan suci Ramadhan. Tidak hanya di Indonesia, setiap negara tentunya memiliki tradisi unik dalam menyambut dan merayakan hari kemenangan. Berikut adalah tradisi unik dari berbagai negara di dunia dalam merayakan Idul Fitri.

 

India

sumber : keepo.me

Tradisi lebaran di India hampir sama dengan di Indonesia. Menjelang perayaan Idul Fitri jika di Indonesia dikenal sebagai Malam Takbiran, maka umat Islam di India merayakannya dengan sebutan ‘Malam Rembulan’. Memiliki nama lokal Chaand Raat, peristiwa Malam Rembulan ini dirayakan oleh warga India bersama karib dan kerabat. Pada malam terakhir di bulan Ramadhan, kesibukan hari raya Idul Fitri dimulai. Lelaki dan perempuan mengenakan pakaian tradisional bernama shalwar kameez. Para lelaki biasanya berpakaian putih, sementara kaum perempuan memilih pakaian dengan warna-warna mencolok. Makanan khas di India yang biasa disajikan pada saat lebaran ialah campuran bihun manis yang disajikan dengan susu dan buah-buahan kering yang mereka sebut dengan Siwaiyaan.

 

Turki

Sumber : Dream.co.id

Hari Raya Idul Fitri di Turki dikenal dengan nama Bayram. Pada saat itu warga yang beragama Islam akan mengenakan pakaian khusus yang disebut Bayramlik. Salam yang diucapkan pun berbeda dengan negara lain yaitu “Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayraminiz Mubarek Olsun” dimana ketiganya memiliki arti yang hampir sama yaitu selamat merayakan Hari Raya Bayram. Namun, ada yang berbeda dari perayaan Idul Fitri di Turki. Di negeri sufi ini hanya kaum pria saja yang berangkat ke masjid untuk menunaikan shalat Idul Fitri sementara kaum perempuan tetap tinggal di rumah.

Cina

Sumber : Dream.co.id

Perayaan lebaran di negara ini berpusat di daerah Xinjiang dan Yunnan yang mana konsentrasi populasi warga muslim tinggal. Pada hari itu kaum Adam akan mengenakan baju khas lebaran berupa setelan jas dan kopiah warna putih. Begitu pula dengan para wanita yang akan memakai baju hangat dan berkerudung. Selanjutnya kegiatan akan diisi dengan agenda yang hampir sama di berbagai belahan dunia yaitu berkunjung ke tempat keluarga serta para tetangga dan diakhiri dengan berziarah ke makam leluhur serta tokoh muslim setempat.

 

 

Amerika Serikat

Sumber : Jalansanasini.com

Keunikan perayaan Idul Fitri di Amerika Serikat bukanlah perihal makanan atau pernak perniknya, melainkan penentuan waktunya. Jika di Indonesia dilakukan sidang itsbat untuk penetapan hari Lebaran, maka di Amerika Serikat hal tersebut tidak terjadi. Sehingga penduduk Amerika Serikat akan mengonfirmasi penetapan 1 Syawal melalui kerabat mereka dengan sambungan telepon ataupun internet (e-mail). Karena mayoritas muslim di sana merupakan kalangan imigran, maka pakaian yang dikenakan berwarna-warni sesuai dengan negara asalnya. Selesai shalat, mereka saling mengucapkan Happy Eid atau Eid Mubarak antar sesama jemaah shalat Idul Fitri, para kenalan dekat, dan kaum kerabat.

 

Australia

Sumber : radioaustralia.net

Perayaan Lebaran di negeri kangguru ini terbilang cukup meriah. Meskipun bukanlah negara muslim, namun pemerintah tetap menetapkan hari libur saat Lebaran dan mereka mengeluarkan aturan bahwa seluruh umat islam di Australia berhak menggunakan jalan umum untuk melakukan shalat Idul Fitri. Termasuk beberapa perusahaan yang memberikan jatah libur bagi karyawannya yang beragama Islam untuk merayakan lebaran dan berkumpul bersama keluarga.

 

Itulah beberapa tradisi perayaan Idul Fitri di berbagai belahan dunia. Semoga dengan kemeriahan tersebut tidak menghilangkan inti dari Idul Fitri itu sendiri yakni sebagai kegiatan silaturahmi dan saling memaafkan untuk kembali suci. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H/2017 M bagi yang merayakan.

 

Sumber : Berbagai sumber

Reporter : Ranita Sari

Editor : Elvina Tri Audya