Published On: Mon, Jun 19th, 2017

Owi/Butet Taklukan Unggulan Cina Pada Final Indonesia Open 2017

Pasangan ganda campuran Indonesia menangatasi Cina pada Final Indonesia Open 2017 di Jakarta Convention Center (JCC) pada, Minggu (8/6). (Sumber: Bola.com)

Jakarta, Media Publica – Setelah sekian lama puasa gelar, pasangan ganda campuran Tantowi Ahmad dan Liliyana Natsir atau yang kerap disapa Owi/Butet akhirnya memenangkan final BCA Indonesia Open melawan unggulan Cina Zheng Siwei/Chen Qingchen yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Minggu (18/6).

Zheng/Chen dibuat takluk oleh Owi/Butet dua game sekaligus dengan skor 22-20 dan 21-15. Pada game pertama sempat terjadi kejar–kejaran skor hingga 12-11 dan 14-13. Kondisi Butet yang belum pulih dari cidera lutut menyebabkan Owi harus menggantikan beberapa peran yang menjadi bagianButet.

Owi/Butet baru unggul dua poin atas Zheng/Chen pada skor 19-17. Kesalahan yang dilakukan pasangan China memberikan celah pada Owi/Butet yang akhirnya menutup game pertama dengan skor 22-20 atas Zheng/Chen dengan durasi permainan 22 menit.

Rally panjang pada game kedua

Masuk game kedua, permainan berlangsung sengit dan bahkan peraih medali emas Olimpiade Rio de Janeiro ini sempat tertinggal dengan skor 4-2 sampai 9-6 dari Zheng/Chen hingga akhirnya menyamakan kedudukan menjadi 9-9.

Indonesia kembali mencuri poin dan unggul padaskor 17-14 akibat Zheng/Chen yang kerap melakukan service error pada poin–poin krusial yang akhirnya merugikan Zheng/Chen dan membuatnya ditaklukan Owi/Butet dengan skor 21-15.

Kemenangan Owi/Butet sekaligus mematahkan kutukan bahwa Indonesia Open selalu menjadi momok mengerikan bagi tim Indonesia karena pada putaran sebelumnya mereka selalu gagal menjadi juara di Indonesia Open.

Enam kali bermain di Indonesia Open hingga 2016 prestasi yang mereka capai hanya mampu menjadi runner-up pada tahun 2011 dan 2012. Tentunya hal ini juga sesuai dengan harapan Persatuan Bulu Tangkis Indonesia (PBSI) yang mentargetkan satu gelar untuk Indonesia Open walaupun yang dijadikan target utama oleh PBSI telah gugur di babak awal.

 

Reporter: Muhamad Fernando Avi

Editor: Rangga Dipa Yakti