Published On: Wed, Jun 7th, 2017

Bangkitkan Rasa Nasionalisme Lewat Ngobrol Pancasila

 

Wijaya Laksana (kiri), Giring Ganesha (tengah), dan KH. D. Zamawi Imron (kanan) sedang berbincang santai dalam acara Ngobrol Pancasila: Saya Indonesia, Saya Pancasila. Acara ini berlangsung di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta. Pada Jum’at (2/6). (Foto: Media Publica/Ranita Sari)

Jakarta, Media Publica – Kementerian BUMN menggelar acara bincang santai yang bertajuk ‘Ngobrol Pancasila: Saya Indonesia, Saya Pancasila’ di Gedung Kementerian BUMN pada Jumat (2/6). Acara tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Pancasila yang diusung Presiden Negara Republik Indonesia Joko Widodo sebagai bentuk pengamalan kelestarian dan kelanggengan Pancasila.

Acara bincang santai ini dipandu oleh moderator Wijaya Laksana ini turut dihadiri oleh sejumlah pembicara antara lain Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, Wakil Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr. Paripurna Sugarda, budayawan KH. D. Zamawi Imron, serta seniman dan generasi muda Giring Ganesha.

Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman, penghayatan  dan pengalaman Pancasila bagi pegawai jajaran BUMN, Mahasiswa, dan Siswa mengenal Nusantara. Menurut Dr. Paripurna Sugarda, Pancasila sebagai ideologi bangsa merupakan dasar negara yang berlatar belakang dari keberagaman Indonesia. “Indonesia terdiri dari 17.000 pulau, ada 300 kelompok etnik dalam 1.400 suku bangsa. Indonesia adalah titik peleburan dari berbagai budaya. Berdasarkan kebhinekaan itu kemudian dirumuskanlah dasar yang begitu penting untuk bangsa kita. Jadi, Pancasila dirumuskan untuk suatu kesinambungan yang kekal dan abadi,” ujarnya dalam diskusi tersebut.

KH. D. Zamawi Imron saat mengisi acara bincang santai Ngobrol Pancasila: Saya Indonesia, Saya Pancasila di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta. Pada Jum’at (2/6). (Foto: Media Publica/Elvina Tri Audya)

Sementara itu, KH. D. Zamawi Imron menyebutkan bahwa untuk mengamalkan nilai-nilai Pancasila diperlukan akal sehat dan hati yang bersih, “Sebenarnya pancasila itu gak jauh dari diri kita, sudah ada di dalam sebagai modal dasar dengan hati yang bersih, tinggal dihidupkan kembali. Jadi itu perlu dan akal sehat  menjadi salah satu diantara bertumpunya nilai-nilai pancasila itu.” jelasnya saat diwawancarai reporter Media Publica.

Diakhir perbincangan Zamawi menambahkan, ilmu memang perlu dipelajari namun jangan melupakan moralitas. Beliau mencontohkan orang cerdas bergelar doktor namun berkhianat kepada negara. “Apa yang dia terima? Pasti akan dihukum, Jadi akal sehat itu dibutuhkan, dan Pancasila tidak cukup hanya dibaca, tapi harus diwujudkan, harus dilaksanakan. Pancasila dari kata benda, usahakan menjadi kata kerja,” tutupnya.

Pancasila merupakan core values bangsa Indonesia yang berarti setiap tindakan yang kita lakukan berlandaskan oleh Pancasila, terutama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu penting bagi kita untuk tak hanya memperingati hari Pancasila tapi terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila di dalam kehidupan kita.

Reporter : Ranita Sari & M. Thorvy

Editor : Elvina Tri Audya