Published On: Sat, Jun 3rd, 2017

Lebih Dekat dengan Calon Ketua Senma Fikom

Kedua calon Ketua Senat Mahasiswa Fikom UPDM(B)

Jakarta, Media Publica – Komisi Pemilihan Raya (KPR), Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) Fakultas Ilmu komunikasi (UPDM(B)) (Fikom) periode 2017-2018 telah dibentuk. KPR bertugas untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dalam memilih calon ketua dan anggota Senma (Senat Mahasiswa) Fikom. Terdapat dua kandidat Ketua Senma Fikom, yaitu Vishnuputra Adicya Nitiyoga dan Timothy Alden. Media Publica berkesempatan mewawancarai kedua kandidat tersebut. Berikut petikannya:

Apa yang melatarbelakangi anda untuk menjadi Ketua Senma Fikom?

Vishnu (V) : Saya ingin memajukan Fikom dan ingin membuat organisasi di Fikom menjadi organisasi yang profesional dan berkualitas. Intinya saya juga tahu apa yang mahasiswa inginkan dan mahasiswa butuhkan.

Timothy (T) : Saya punya tanggung jawab moral karena saya dulu menjabat jadi anggota departemen dua Senma Fikom jadi saya tahu apa yang perlu di evaluasi dari Senma Fikom, tak lupa pula dukungan dan kepercayaan dari teman-teman. Tekad saya dari pertama ingin memajukan Senma Fikom dan Fikom.

Apa tujuan anda menjadi Ketua Senma Fikom?

V : Singkatnya saya ingin memajukan Fikom.

T : Tujuannya cuma satu memajukan Fikom, tidak ada niat lain. Pokoknya tetap positif untuk Fikom.

Apa makna dari visi dan misi anda?

V : Saya ingin buat Fikom tidak hanya olahraga saja yang dilihat. Fikom itu harus memiliki program yang keluar, apa yang dibutuhkan masyarakat luas dan kita harus mengimplementasikannya. Misalnya yang tadi saya bilang baksos. Itu sebagai wujud visi misi saya.

T : Intinya saya ingin mengoptimalkan peran Senma dan menonjolkan power Senma agar terlihat di lingkungan dan berdampak positif.

Bagaimana cara kerja anda apabila terpilih sebagai Ketua Senma Fikom?

V : Saya akan profesional, saya akan menciptakan iklim positif di dalam organisasi itu. Serta saya akan menciptakan organisasi yang berkualitas dan tak lupa pada sila kita yang pertama, yaitu Ketuhanan yang Maha Esa.

T : Saya bukan pribadi yang mudah marah dan simpel. Saya mementingkan kualitas daripada kuantitas. Cara kerja, saya tetap musyawarah mufakat dan mana yang terbaik pasti saya ambil. Positiflah buat Senma pokoknya.

Bagaimana pandangan anda terhadap UPDM (B) terutama Fikom dan mahasiswanya?

V : Kalau saya boleh jujur mahasiswa di sini apatis karena menurut saya Senma yang sebelumnya tidak menunjukkan eksistensinya. Jadi mereka lupa lembaga-lembaga di sini.

T : Fikom mahasiswanya keren-keren tapi harus dicari nih kekurangan dan kelebihan mereka. Kelebihannya mungkin disembunyikan nih. Senma sebagai fasilitator, kita mewadahi kegiatan- kegiatan kreatif dan inovatif untuk mereka agar ikut campur. Ini loh Fikom yang mayoritas disini, ini loh Fikom yang punya attitude yang baik dan kreatif.

Gebrakan atau langkah apa yang akan anda lakukan jika menjabat Ketua Senma?

V : Pertama saya akan mensosialisasikan bahwa organisasi itu penting untuk kehidupan selanjutnya untuk kehidupan sehari-sehari, bagaimana mengatur uang yang sudah dikasih orang tua supaya bisa cukup untuk hari itu.

T : Saya ingin orientasi dipegang oleh Senma. Karena ngeliat dampak sekarang apatis. Gak apatis-apatis banget. Saya ingin angkatan saya angkatan 2015 di contoh lembaga, ini loh Fikom kreatif Fikom sebenarnya.

Jika anda terpilih menjadi Ketua Senma yang berarti Presiden Fikom, anda akan menjadi panutan bagi mahasiswa. Seberapa pentingkah akademik atau performa anda dikelas selain di lembaga?

V : Untuk menjadi pemimpin menurut saya kalau dilihat dari segi akademis saja itu gak bagus. Orang yang akademiknya kurang itu malah menjadi sosok penemu. Sosok yang menjadi pemimpin di kelompok itu. Karena apa? Pengalaman dan juga karakter dari seorang pemimpin itu. Jadi, kalau menurut saya kalau tadi memberikan statement seberapa penting akademik untuk menjadi seorang pemimpin kalau saya bilang akademik itu bukanlah hal mutlak yang harus dilihat dari seorang pemimpin.

T : Jika saya jadi Presiden Fikom saya sudah punya janji sih di hati saya pribadi. Janji saya yang pertama

kali saya akan naikin ipk saya.

Apa harapan anda apabila terpilih menjadi ketua Senma Fikom dan harapan anda apabila saingan anda yang terpilih?

V : Harapan saya jika menjadi ketua Senat, tentu saja saya berharap program-program yang saya buat bersama tim terealisasi dan saya berharap Fikom ini maju bukan mentok di sini aja membuat program- program internal tapi saya ingin keluar. Kalau saya tidak terpilih harapannya saya bisa berkontribusi supaya memajukan Fikom.

T : Mungkin harapan untuk lawan dulu, harapan saya jadikan Senma seperti sedia kala sebagai ujung tombak Fikom sebagai fasilitator mahasiswa. Saya cuma mau dia jaga hal itu dan jangan sampai ia mencoreng dengan kegiatan-kegiatan yang kurang berkualitas. Harapan saya pribadi kalau saya jadi ketua, saya ingin menghilangkan mindset mahasiswa umum terhadap Senma Fikom. Saya ingin Senma Fikom dipandang positif dan berkualitas gak nongkrong doang.

Kredibilitas dan pengalaman menjadi sebuah tolak ukur yang ditekankan oleh kedua calon Ketua Senma Fikom. Tentunya dengan tekad untuk menjunjung tinggi Tri Dharma Perguruan Tinggi serta melaksanakannya secara utuh. Tentukan pilihan Anda dengan bijaksana pada tanggal 5 Juni mendatang.

Reporter: Elvina Tri Audya & Rangga Dipa Yakti

Editor: Muhamad Fernando Avi