Published On: Sun, May 21st, 2017

Lensa Kontak 2017, Manufaktur Cina bagi Indonesia

Muhammad Irham (kiri) selaku pembicara dari Aliansi Jurnalis Independent dan Rachmi Hertanti (tengah) dari Indonesia for global justice (IGJ) menjelaskan Investor Protect-investor State Dispute Settlement (ISDS) yang ada di Indonesia. Acara ini berlangsung di Politeknik Akademi Pimpinan Perusahaan, Jakarta. Pada, Rabu (17/5). (Foto: Media Publica/Danila Stephanie).

 

Jakarta, Media Publica – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) KONTAK kembali mengadakan Lensa KONTAK yang mengusung tema ‘Manufaktur Cina Melemahkan Indonesia’. Acara ini bertempat di Politkenik Akademi Pimpinan Perusahaan (APP) Negeri Jakarta pada Rabu (17/5). Tema tersebut dipilih untuk memperkenalkan peran media dalam memberitahu dampak perekonomian Indonesia melalui manufaktur yang dikuasai oleh Cina.

Agatha Christy selaku Ketua Pelaksana mengungkapkan ingin memperkenalkan keadaan industri dan manufaktur yang kini mengalami permasalahan. “Ada jurusan perdagangan internasional di APP membahas ekonomi dunia jadi bisa membantu masyarakat APP mengetahui permasalahan tentang manufaktur yang ada,” ujarnya.

Acara Lensa KONTAK 2017 ini memiliki empat rangkaian acara. Seminar yang bertajuk ‘Mengenal Dunia Industri dan Ekonomi Nasional’, serta talkshow  ‘Efek Manufaktur Cina terhadap Ekonomi Indonesia’. Selain itu terdapat pemutaran dan diskusi film serta hiburan seperti stand up comedy.

Agatha berpesan bahwa masyarakat Indonesia tidak boleh kalah saing terkait perekonomian saat ini, “Lebih memanfaatkan media, kalau kita membuka produksi kualitasnya diperbaiki dan promosinya supaya nggak kalah saing oleh Cina dan luar negeri,” tutur mahasiswi tersebut.

Pembahasan yang diangkat dalam Lensa Kontak emberikan sebuah pandangan baru terkait manufaktur Cina, dengan pembicara Muhammad Irham dari Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dan Rachmi Hertanti dari Indonesia for Global Justice (IGJ).

Acara ini tidak hanya menyuguhkan talkshow yang membahas mengenai manufaktur Cina yang ada di Indonesia. Tetapi ada pembahasan seminar mengenai media kreatif yang berguna bagi mahasiswa pada umumnya. Menurut Aliza Jala Syafina, salah satu peserta, mengutarakan pendapatnya terkait acara itu. “Seminar media kreatif memberikan gambaran  baru yaitu ide kreatifitas, itu bukan dibangun dari medianya tapi dari orangnya, dan mahasiswa akuntasi juga butuh mengetahui perkembangan yang ada di media,” ujar Aliza.

Agatha berharap bahwa dengan dilaksanakannya acara ini dapat memberikan manfaat bagi para peserta, “Semoga peserta dan undangan dapat mengambil manfaatnya dan menginterpretasikannya ke dunia industri,” pungkasnya.

 

Reporter: Anisa Widiasari & Danila Stephanie

Editor: Rangga Dipa Yakti