Published On: Fri, Apr 21st, 2017

Mengenal Sosok Inspiratif: Atlet Perempuan di UPDM(B)

Jakarta, Media Publica – Bertepatan dengan hari Kartini yang jatuh pada 21 April, Media Publica mengajak Anda untuk berkenalan dengan beberapa atlet perempuan yang menempuh pendidikan di Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)). Berasal dari Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) dan Fakultas Ilmu Sosial Politik (Fisip), prestasi empat mahasiswi yang mengimbangi kuliah dengan profesinya sebagai olahragawan ini patut untuk disimak.

Ken Ayuthaya Purnama

Ken Ayuthaya Purnama

Ken Ayuthaya Purnama

Perempuan kelahiran Jakarta 27 Januari 1997 ini telah memulai kariernya sejak bangku sekolah dasar. Ia kemudian menekuni profesi menjadi atlet atletik sejak kelas 2 SMP. Baginya, sosok yang paling berjasa adalah sang ayah yang dahulu merupakan seorang atlet hoki. “Sebetulnya enggak ada cita-cita menjadi atlet tapi karena setiap hari lihat papa di lapangan dan diajak, jadi jiwanya tumbuh sendiri,” ujar Thaya. Perempuan berparas manis ini telah membawa pulang sejumlah prestasi untuk dibanggakan. Seperti pada Kejuaraan Asia dimana dirinya mendapat medali perunggu sekaligus memecahkan rekor remaja pada tahun 2013 lalu. Thaya berpesan bahwa sebagai  perempuan Indonesia janganlah pernah menyerah, “Jangan mengikuti mimpi orang tapi harus punya mimpi dan prinsip sendiri, dan harus punya pendirian!”.

Tresna Puspita Gusti Ayu

Tresna Puspita Gusti Ayu

Tresna Puspita Gusti Ayu

“Perempuan Indonesia harus kuat dan menginspirasi banyak orang. Jadi harus lebih percaya diri,” tutur atlet atletik sapta lomba yang pernah masuk dalam sepuluh besar pada kejuaraan dunia di Ukraina. Bagi Tresna, dapat mengatur pola hidup secara baik dengan disiplin waktu dan makan merupakan keuntungan menjadi atlet. Keterampilan membagi waktu antara kuliah, latihan, dan lomba ia lakukan dengan baik, “Karena jauh dari orang tua jadi lebih banyak harus mandiri” lontar Tresna. Minat untuk menjadi atlet tumbuh karena pelajaran olahraga saat sekolah dasar. “Karena ada pelajaran olahraga terus ikut kejuaraan antar sekolah malah juara sampai akhirnya jadi atlet nasional” tutup Tresna. Kini Tresna sedang fokus untuk menyiapkan diri pada kompetisi Singapore Open tanggal 25 April mendatang.

Stefanny Brenda Saroinsong

Stefanny Brenda Saroinsong

Stefanny Brenda Saroinsong

Peraih juara satu estafet dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dan juara tiga pada Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) Jawa Barat ini, juga pandai membagi waktu. “Senin sampai Jumat saya latihan dan Sabtu saya kuliah karena mengambil kelas karyawan” ujar perempuan kelahiran Tanjung Pinang, 15 Juni 1998. Dapat memenangkan sebuah kejuaraan merupakan sebuah kehormatan bagi seorang atlet tidak terkecuali Stefanny. Dirinya memiliki cita-cita untuk dapat menjadi juara di pertandingan tingkat internasional. “Sukanya menjadi atlet saat mendapat juara. Kalau dukanya saat kalah dan cidera sehingga tidak bisa ikut perlombaan” ujar atlet atletik ini. Menurut Stefanny, sosok yang paling berjasa untuk karier dan hidupnya adalah kedua orang tua, keluarga, serta pelatih.

Tyas Murtiningsih

Tyas Murtiningsih

Tyas Murtiningsih

Mahasiswi Fisip UPDM(B) yang merupakan atlet sprinter atletik ini memiliki segudang prestasi. Seperti Kejuaraan Nasional Junior tahun 2016 dimana ia meraih dua medali emas dan membawa pulang medali emas serta perunggu di Jatim Open 2017. Untuk Tyas, proses latihan dan hasil kerja keras selama di lapangan akan terbayar. Ia juga memutuskan untuk mengambil kuliah pada hari Sabtu karena menghindari kondisi tubuh yang kurang maksimal, “Karena saya tidak bisa melakukan latihan dalam keadaan terlalu capek yang membuat latihan tidak maksimal” ujarnya. Bagi perempuan yang lahir di Sukoharjo pada 10 Agustus 1997 ini, sosok yang paling berjasa adalah kedua orang tuanya, “Ingin menjadi orang sukses yang bisa membanggakan kedua orang tua” lontar Tyas.

Kegigihan dan semangat empat perempuan muda dan berprestasi di atas membawa mereka untuk selalu maju dan berjuang. Seperti yang di katakan oleh R.A Kartini, “Jangan pernah menyerah jika kamu masih ingin mencoba. Jangan biarkan penyesalan datang karena kamu selangkah lagi untuk menang!”.

Reporter: Anisa Widiasari

Editor: Elvina Tri Audya