Published On: Thu, Apr 6th, 2017

Stop Bermain Skip Challenge Untuk Kesehatan

(sumber:www.indowarta.com)

(sumber:www.indowarta.com)

Jakarta, Media Publica – Skip challenge atau pass out challenge belakang ini menjadi viral di media sosial. Aksi ini banyak dilakukan oleh kalangan anak muda dengan menekan bagian dada sekeras-kerasnya selama beberapa waktu  untuk membuat seseorang mengalami kekurangan oksigen sehingga kehilangan kesadaran alias pingsan. Tantangan ini menjadi kontroversi karena dapat membahayakan kesehatan.

Menurut Dr.Mohammad Mochtar Kuntoadi, skip challenge dapat mengganggu kesehatan, khususnya pada sistem peredaran darah (cardiovaskuler dan cerebrovaskuler). Cardiovaskuler adalah sistem peredaran darah yang berperan mengedarkan oksigen keseluruh tubuh. Ketika melakukan skip challenge jantung akan mengalami kesulitan berdetak dan memompakan darah keseluruh tubuh sehingga organ tubuh yang lain akan kekurangan mendapatkan suplai darah yang cukup  dan mengakibatkan penurunan fungsi organ tubuh lainnya.

Sedangkan cerebrovaskuler adalah sistem yang mengaliri darah ke otak. Dengan menekan dada terlalu lama akan mengurangi daya kembang paru-paru saat kita menghirup oksigen sehingga suplai oksigen ke otak akan terganggu, “Akibatnya akan terjadi kematian sel otak sedikit demi sedikit, mekanismenya seperti pingsan dan stroke,” ujarnya ketika diwawancara Media Publica via chat senin, (3/4).

Mocthar menambahkan, jika kedua sistem tubuh ini mengalami kerusakan, akan berdampak besar bagi kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Dampak jangka pendek, bisa menyebabkan lemas tiba-tiba karena otak kekurangan suplai oksigen yang mengakibatkan pingsan bahkan kematian. Sedangkan dalam jangka panjang terjadi kerusakan otak akibat kematian sel otak secara perlahan. Selain itu, skip challenge dapat menimbulkan luka atau trauma pada tulang iga maupun otot dada. Jika dilakukan dengan tenaga yang kuat akan merusak multi organ dan berujung pada kematian.

Ketika ada yang mengalami pingsan saat memainkan skip challenge, Mocthar menjelaskan pertolongan pertama yang harus diberikan. Hal pertama adalah oksigen. Kemudian pasien dibaringkan dikasur dengan posisi kaki lebih tinggi daripada kepala agar darah yang dipompa ke otak lebih banyak,jika penderita telah sadar berikan minuman secukupnya. Namun jika terjadi kejang, pasien harus segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat pertolongan lebih lanjut.

Mocthar menghimbau agar permainan ini tidak dilakukan lagi karena berdampak buruk bagi kesehatan, “skip challenge tidak ada manfaatnya, jadi lebih baik dijauhi,” tutupnya.

Reporter : Ari Nurcahyo

Editor  : Elvina Tri Audya