Published On: Wed, Apr 5th, 2017

IDPFest 2017: Mengapresiasi Kebudayaan Melalui Drum dan Perkusi

Penampilan Amanperkusi turut memeriahkan IDPFest 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (1/4).

Penampilan Amanperkusi turut memeriahkan IDPFest 2017 di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat (1/4). (Foto: Media Publica/Aji).

Jakarta, Media Publica – Komunitas Indonesia Drum dan Perkusi (IDP) mengadakan acara sebagai bentuk  apresiasi kebudayaan Indonesia lewat drum dan perkusi modern maupun tradisional dalam Indonesia Drum dan Perkusi Festival 2017 (IDPFest 2017). Acara ini berlangsung mulai dari tanggal 30 Maret – 2 April 2017 bertempat di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat.

IDPFest 2017 memiliki tujuan agar generasi penerus dapat melestarikan kebudayaan drum dan perkusi di Indonesia, hal ini disampaikan oleh Ekki Soekarno, selaku ketua pelaksana acara IPDFest, “Karena generasi penurus itu harus kreatif, cerdas, dan santun. Indonesia sangat kaya akan aset perkusi, salah satunya IDPFest ini, selain kita menampilkan juga mengeksplor talenta,” terangnya.

Acara ini merupakan tahun kedua IDPFest yang memiliki konsep berbeda dari tahun sebelumnya. Di mana terdapat banyak kompetisi salah satunya adalah kompetisi drum serta kompetisi kolaborasi drum & perkusi Indonesia yang diikuti tidak hanya dari kawasan Jakarta, bahkan dihadiri para kontestan dari luar Jawa.

“Saya sangat terkejut dan bangga yang ikut kompetisi ini 80% dari luar kota bahkan luar pulau Jawa, tapi karena kapasitas yang kurang jadi hanya beberapa yang bisa ikut,” lanjut Ekki.

Bapontar Sanggar turut memeriahkan acara IDPFest 2017 dengan menampilkan tarian tradisional Minahasa, Sulawesi Utara, yaitu tari Kabasaran. Tarian yang meniru seekor ayam yang sedang bertarung.

Bapontar Sanggar turut memeriahkan acara IDPFest 2017 dengan menampilkan tarian tradisional Minahasa, Sulawesi Utara, yaitu tari Kabasaran. Tarian yang meniru seekor ayam yang sedang bertarung. (Foto: Media Publica/Aji).

Pada acara IDPFest tahun 2017 ini tidak hanya menampilkan kompetisi drum dan perkusi. Acara yang berlangsung selama 4 hari tersebut turut menghadirkan live music, talk show, pertunjukan tari tradisional, dan beberapa booth yang menyediakan berbagai macam alat musik drum dan perkusi.

Selain itu, Ekki juga menjelaskan terkait dua konsep  acara ini. Pertama adalah ciri khas IDPFest tidak disponsori oleh perusahaan rokok. Ia melanjutkan bahwa IDPFest ini turut dihadiri anak-anak bahkan keluarga untuk menikmati pementasan drum dan perkusi.

“Lalu yang kedua, acara ini juga tidak ada tiket, gak bayar tiket. Dua konsep itu yang menjadi ciri khas dari acara IDPFest untuk seterusnya,” imbuhnya.

Walau pun sempat diguyur hujan yang cukup deras hal itu tidak menjadi halangan bagi beberapa pengunjung untuk menikmati acara ini. Salah satunya Muhammad Akbar Sadaq, menurutnya IDPFest 2017 menjadi tempat berkumpulnya para pecinta drum dan perkusi, “Seru dan keren banget, banyak para senior drummer lalu ada kompetisi drum dan itu seru banget,” ujarnya.

Akbar berharap bahwa acara ini harus tetap diadakan tiap tahunnya untuk menciptakan generasi penurus di bidang drum dan perkusi di Indonesia. Senada dengan Akbar, Ekki berharap bahwa acara ini dapat menimbulkan hal positif untuk kemajuan drum dan perkusi di Indonesia.

“Harapan saya adanya satu perubahan atau kemajuan. Kita gak bisa statis harus dinamis,” ungkapnya diakhir wawancara.

 

Reporter: Aji Putra Bartowinata & Elvina Tri Audya

Editor: Rangga Dipa Yakti