Published On: Sat, Mar 11th, 2017

Melestarikan Musik Nasional dalam Lesehan KOSMIK 2017

Suasana acara Lesehan KOSMIK yang diselenggarakan di pelataran parkir UPDM(B), Senayan, Jakarta Pusat (9/3). Acara yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional kali ini merupakan upaya pelestarian musik dalam negeri. (Foto: Media Publica/Thorvy).

Suasana acara Lesehan KOSMIK yang diselenggarakan di pelataran parkir UPDM(B), Senayan, Jakarta Pusat (9/3). Acara yang bertepatan dengan Hari Musik Nasional kali ini merupakan upaya pelestarian musik dalam negeri. (Foto: Media Publica/Thorvy).

Jakarta, Media Publica – Komunitas Musik Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOSMIK) Universitas Prof. Dr. Moestopo Beragama (UPDM(B))  mengadakan acara Lesehan bertemakan Hari Musik Nasional (Harmusnas). Dalam acara yang bertepatan pada hari lahirnya W.R Supratman, seluruh pengisi acara hanya membawakan lagu dalam negeri. Hal ini merupakan upaya pelestarian musik dalam negeri.

Muhammad Bias Pratama sebagai Ketua Pelaksana menjelaskan, acara ini ditujukan sebagai peringatan Harmusnas yang jatuh pada sembilan Maret. “Kebetulan hari ini bertepatan dengan Hari Musik Nasional yang merupakan hari lahirnya W.R Supratman dan kita ingin mengangkat kembali musik-musik nasional yang ada di negeri ini,” ujar Bias saat ditemui Media Publica (9/3).

Bias menambahkan, acara Lesehan kali ini merupakan upaya pelestarian lagu-lagu dalam negeri. Seperti melakukan cover musik lokal yang sudah jarang terdengar di telinga generasi muda. “Untuk mempererat silaturahmi alumni KOSMIK, antar WKM dan LKM serta mengajak mahasiswa UPDM(B) untuk bermain bareng dengan kita,” tutur Bias.

Ristiadi Prasetyo selaku personel Kandank Jurank Doank yang merupakan salah satu pengisi acara mengungkapkan, acara Lesehan kali ini sangat tematik dengan Hari Musik Nasional. “Temanya pas banget, apalagi yang nanyinya lagu-lagu Indonesia. Cinta banget sama Indonesia,” ujar Prasetyo.

Menurut salah satu penonton, Yudha Wira Pratama Pribadi, acara Lesehan harus terus ada kedepannya sebagai wadah pengembangan kreatifitas. “Acaranya bagus memberi wadah kreatifitas  anak muda dan sebagainya, anak muda banyak energi yang lebih baik disalurkan ke arah yang positif daripada ke arah negatif,” ungkap Yudha.

Hal serupa diungkapkan Timothy Alden. “Saya juga sangat mendukung acara ini. Sejak saya mengikuti acara ini dari pembukaan saya merasa have fun dan bangga memiliki WKM KOSMIK yang kreatif,” ucapnya dengan semangat.

Acara yang bertempatkan di pelataran parkir Kampus UPDM(B), Hang lekir I, Jakarta Selatan tersebut diisi oleh tujuh band lokal yaitu KOSMIK, Kandank Jurank Doank, Ceplus Band, Kalashnikov, Jinggawala, Segitiga Berenda, dan UBV Band. Selain tujuh band tersebut, lesehan kosmik 2017 juga menampilkan tari tradisonal dari Poppy Damalia and Friends.

Perihal harapan kedepannya, Bias menuturkan mahasiswa UPDM(B) harus lebih mengangkat kembali dan melestarikan musik-musik nasional.

Reporter : Ari Nurcahyo & M. Thorvy Qalby

Editor : Elvina Tri Audya