Published On: Mon, Mar 6th, 2017

Si Aneh

*Oleh Rangga Dipa Yakti

(Ilustrasi)

(Ilustrasi)

Lentera redup hening pun tiba, tanpa harus sadar rinai hujan tengah mengetuk jendela.
Sukma lara tiada tara, siapa peduli kecuali dirinya.
Berjalan disangka binatang melata, meringis semua orang menertawakannya.
Ia terima berlapang dada lontaran stigma, karena hidupnya sudah terlanjur enigma.
Orang memandangnya sebelah mata, tanpa peduli kebaikannya.
Orang tak menghargai derajatnya, bahkan memohon suaka pun diperkosa oleh kata.
Bukan sifat aslinya paranoia, hanya kata-kata sinis yang berhasil merubah psikis-nya.
Sifat dasar primata memang keegoisan, hingga akhirnya dia pergi tanpa siksa tapi air mata.
Dialah si aneh, cinta halusinasi, malam adalah sahabatnya.
Dialah si aneh, berharap normal seperti orang bukan diperlakukan seperti lumang.
Dialah si aneh, ucap sahabat bukan sekedar sapa, hargai tidak ditindas karena ia manusia.
Dialah si aneh dan dia butuh anda, agar tak menyerah pada maut sebelum waktunya!
*Penulis merupakan mahasiswa Fikom UPDM(B) angkatan 2015 dan Litbang LPM Media Publica periode 2016-2017