Published On: Tue, Feb 7th, 2017

Upaya UPDM(B) Mengenai Larangan Merokok

Ilustrasi Sumber : www.factslides.com

Ilustrasi
Sumber : www.factslides.com

Oleh: Aji Putra Bartowinata*

Media Publica – Merokok menjadi masalah yang krusial yang dihadapi civitas akademika Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDM(B)), pasalnya sudah dilakukan berbagai cara yang dilakukan pihak universitas untuk menghentikan kegiatan ini atau melarang melakukan kegiatan ini diarea kampus, namun hasilnya tidak terlalu signifikan bahkan menurun.

Spanduk serta poster larangan merokok di setiap sudut UPDM(B) nampaknya tidak memberikan dampak yang signifikan dalam mengurangi jumlah perokok di kampus tersebut. Sudah berbagai upaya dilakukan oleh pihak kampus dalam menghilangkan asap rokok di lingkungan kampus. Salah satunya membuat area khusus merokok yang terletak di dekat perpustakaan UPDM(B).

Selain itu pihak kampus juga menugaskan satpam untuk berkeliling dan menegur para perokok di lingkungan kampus. Namun, teguran hanyalah teguran yang masuk kuping kanan dan keluar kuping kiri.

Selain cara tersebut, pada Undang-undang pun dijelaskan dalam UU No. 23 tahun 2010 tentang larangan merokok, pasal  1 ayat 5 berbunyi “Kawasan dilarang merokok adalah tempat umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar, tempat pelayanan kesehatan, arena kegiatan anak-anak, tempat ibadah dan angkutan umum.”

Maka hal ini sudah jelas bahwa univesitas merupakan tempat proses belajar mengajar serta tidak diperbolehkan untuk merokok dan sanksi yang dijatuhkan sangatlah besar yaitu pada bab IV dalam ketentuan pidana berbunyi “Perokok yang melakukan tindakan merokok di kawasan dilarang merokok, sebagaima dimaksud Pasal 5 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun dan denda paling banyak Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah).”

Upaya efektif yang dapat dilakukan pada masalah ini adalah dengan memasang smoke detector, dimana alat ini akan aktif apabila terdapat gumpalan asap yang mengenai sensor, maka alarm akan berbunyi dan air secara langsung akan keluar. Dalam hal ini para perokok akan dipaksa untuk tidak merokok diarea kampus sebab akibat yang akan timbul bakal merembet ke area lain.

Kurang ketegasan pihak universitas dalam hal menangani masalah ini, walaupun berbagai spanduk dan poster sudah dipasang diberbagai sudut kampus, namun pengawasan harus lebih diperketat serta harus ada sanksi yang jelas untuk memberikan efek jera pada para perokok.

Dari sekian upaya dan sanksi yang dilakukan, hal utama agar masalah ini terselesaikan adalah kesadaran para perokok untuk tidak merokok di kawasan dilarang merokok, tidak ada yang melarang untuk merokok, namun hargailah orang-orang yang tidak merokok.

*penulis adalah Humas Media Publica periode 2016 – 2017