Published On: Sun, Sep 4th, 2016

Riyani Indriyati: Finansial Bukan Harga Mati untuk Pendidikan

Riyani Indriyati (Sumber foto: yellowcabin.com)

Riyani Indriyati (Sumber foto: yellowcabin.com)

Media Publica – Keterbatasan finansial keluarga menjadi salah satu faktor anak-anak di Indonesia tidak dapat melanjutkan sekolah. Seperti yang dilansir laman United Nations International Children’s Emergency Fund (UNICEF) Indonesia, sebanyak 2,5 juta anak Indonesia tidak dapat melanjutkan pendidikan. Kondisi tersebut menjadi latar belakang Riyani Indriyati untuk membentuk yayasan yang bernama Dahuni Foundation. Alumni Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama) (UPDMB) ini mengutarakan banyak anak Indonesia yang masih berada dalam kegelapan dan belum mendapat pencerahan atau kesempatan untuk mengenyam bangku pendidikan.

“Saya ingin memberikan kesempatan kepada mereka bahwa halangan secara finansial bukan merupakan harga mati untuk pendidikan yang tidak bisa dicari solusinya,” ujar Riyani. Ia percaya bahwa pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menguntungkan dan mampu menanggulangi masalah sosial dan ekonomi.

Riyani percaya bahwa pendidikan adalah kunci dari keberhasilan, baik keberhasilan secara perorangan, keberhasilan sebagai komunitas maupun keberhasilan sebagai suatu negara. Menurutnya, dengan ilmu dan pendidikan seorang individu bisa mengikis kebencian, membuka wawasan, menjembatani komunikasi dan dapat menyebarkan kebaikan. Hanya dengan pendidikanlah Indonesia bisa keluar dari keterpurukan.

Terbentuk pada tahun 2012 di kota Amsterdam, Dahuni Foundation sudah beroperasi di tiga negara Asia Tenggara yaitu Indonesia. Thailand, dan Kambodja. Dahuni Fondation berasal dari nama Almarhum Ibu Riyani yakni Dahuni. “Saya menamakan yayasan saya Dahuni sebagai bentuk penghargaan saya kepada beliau,” ujar perempuan yang mengambil jurusan jurnalistik tersebut.

Dahuni Foundation menargetkan bantuan kepada anak yang memiliki tiga karakter utama, yaitu anak yang berprestasi tinggi, memiliki motivasi tinggi, dan berasal dari keluarga yang tidak mampu. “Kami ingin menjaring anak anak yang kami istilahkan sebagai diamonds in the making, anak anak yang punya potensi untuk menjadi besar tetapi belum ditemukan dan belum diasah,” tutur Riyani.

Dahuni Foundation menyediakan bantuan pendidikan kepada siswa yang sedang menempuh pendidikan dijenjang SMP, SMA, tingkat kejuruan (Diploma 1 atau Diploma 3), Sarjana serta Pascasarjana. Bentuk bantuan terdiri dari bantuan finansial untuk membayar SPP, mentorship atau pengarahan, dan bantuan dalam menyelesaikan tugas akademik tertulis. Yayasan ini juga aktif dalam membantu mahasiswa pascasarjana yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri dengan memberikan mentorship dan membantu tugas tertulis.

Sulitnya mendapat kesempatan untuk bersekolah bukanlah sebuah akhir bagi Riyani. Ia berpesan agar anak-anak Indonesia jangan berputus asa, serta menjadikan halangan dan hambatan sebagai cambuk untuk maju. Riyani juga mengutarakan untuk pelajar yang telah mengenyam pendidikan, tidak lupa untuk berbagi dengan mereka yg belum beruntung. “Jangan pernah takut untuk berbagi ilmu karena kepintaran kalau hanya dipakai sendiri dan tidak dibagi dengan orang lain, kepintaran tersebut tidak akan maksimal hasilnya,” tutup Riyani.

Reporter: Muhammad Thorvy Q.

Editor: Anisa Widiasari