Published On: Tue, Jun 14th, 2016

Peran Digital Marketing dalam Membangun Brand Activation

Oleh: Elvina Tri Audya & Desi Nurhayati*

 

Ilustrasi

Ilustrasi

Media Publica – Seiring dengan berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), digital marketing menjadi pilar penting dalam kegiatan pemasaran suatu produk, salah satunya dalam membangun brand activation. Mengutip definisi dari Lamb, Hair dan McDaniel, brand ialah nama, istilah, simbol, desain, atau gabungan dari keempatnya, yang mengidentifikasi produk para penjualnya dan membedakannya dari produk pesaing.  Setiap brand memiliki tujuan untuk mencapai brand awareness, dimana brand dapat dikenal oleh masyarakat luas. Dalam mewujudkan brand awareness tersebut banyak cara yang dilakukan pemilik brand, seperti memasang iklan baik secara above the line maupun bellow the line. Selain itu, cara lain dalam membangun brand awereness adalah melalui brand activation.

Sementara itu, brand activation didefinisikan sebagai bentuk kegiatan promosi merek yang mendekatkan merek dengan penggunanya melalui berbagai aktivitas yang menarik perhatian konsumen. Dengan kata lain, brand activation merupakan interaksi antara brand dengan konsumen atau calon konsumen melalui berbagai aktifitas, baik secara online maupun offline. Salah satu saluran yang tepat dalam membangun brand activation adalah melalui digital marketing.

Ridwan Sanjaya dan Josua Tarigan mengatakan, digital marketing adalah kegiatan marketing termasuk branding yang menggunakan berbagai media yang berbasis web seperti blog, website, e-mail, adwords ataupun jejaring sosial. Digital marketing berperan penting dalam membangun brand activation. Sebab, saat ini kita sudah memasuki era digital, dimana setiap orang sudah tidak asing lagi dengan keberadaan internet, yang sudah menjadi behavior di masyarakat. Dengan internet, orang tidak lagi harus mendatangi suatu toko untuk membeli produk.

Menurut manager strategi digital media Wahyu Munajat, fenomena tersebut dikenal dengan belanja online yang kemudian melahirkan istilah Zero Moment of the Truth (ZMOT). ZMOT adalah suatu momentum dimana konsumen akan melakukan research terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli suatu produk. Konsumen tersebut akan melihat pengalaman orang lain melalui review di media sosial ataupun di dalam forum web untuk memastikan kualitas dari produk tersebut sebelum membelinya. Hal ini menjadi penting bagi brand untuk masuk kedalam dunia digital.

“Jadi zero moment of the truth ini adalah orang sebelum membeli barang online pasti dia akan selidiki dulu pengalaman orang lain. Kredibilitas penjualnya dilihat dulu,” ungkapnya saat ditemui oleh Media Publica (8/6) di kawasan Jakarta Pusat.

Wahyu menjelaskan jika brand yang tidak masuk ke dunia digital pasti akan tertinggal. Hal tersebut didasari oleh pesatnya perkembangan teknologi dan internet, “kita sekarang sudah life online, bukan lagi go online. Sekarang eranya orang tidak bisa lepas dari smartphone.” Ia melanjutkan, jika sebuah brand tidak mampu membangun online reputation yang baik akan memiliki dampak yang besar. Contohnya saja jika membeli suatu brand yang harganya terjangkau dan nyaman digunakan. Kemudian kita mengulas brand tersebut di media sosial, maka keputusan orang untuk membeli brand tersebut tergantung dari apa yang kita tulis.

Pertimbangan yang harus dilakukan saat ingin membangun brand activation melalui digital marketing, salah satunya adalah dengan research analisis. Penting untuk mengenal karakter audience kita, dengan cara meriset keadaan pasar. Sehingga, sebuah brand harus mengenali konsumennya, “jadi kalo promo-promo tanpa ada research ya percuma buang-buang budget. Kayak misalnya kita bikin barang bagus banget nih tapi gak sesuai sama konsumennya ya percuma,” lanjut Wahyu.

Penggunaan digital marketing dalam membangun brand activation juga memiliki berbagai macam kelebihan. Salah satunya digital mampu mentargetkan ke audience yang tepat. Contohnya, suatu brand kecantikan melakukan brand activation secara online melalui youtube, maka yang akan melihat kegiatan itu adalah para wanita. Berbeda halnya saat sebuah  brand melakukan pemasaran melalui media konvensional, seperti pemasangan baliho, karena dapat dilihat oleh siapa saja. Selain itu, jangkauan digital juga lebih luas, tidak hanya di seluruh Indonesia, tapi bisa sampai ke seluruh dunia.

Selain itu, peran digital marketing dalam membangun brand activation juga berdampak positif, “dampaknya banyak banget, yang positifnya pasti brand dapet brand awareness, yang kedua positioning pasti akan top of mind dan yang terakhir brand acquisition itu orang bakal cari produk kita, orang download di website kita,” terang Wahyu.

Dapat disimpulkan, digital marketing sangat berperan penting dalam membangun brand activation. Karena dengan digital marketing, brand akan lebih dikenal luas sehingga akan terjadi brand awareness.

 

*Penulis merupakan anggota LPM Media Publica