Published On: Sun, Jun 12th, 2016

Jurnalisme Wisata, Membawa Pembaca Tenggelam dalam Tulisan

Joni saat ditemui Media Publica di Museum Wayang pada Sabtu (4/6). (Foto: Media Publica/AJi)

Joni saat ditemui Media Publica di Museum Wayang pada Sabtu (4/6). (Foto: Media Publica/AJi)

Jakarta, Media Publica – Menulis berita perjalanan bukanlah hal yang asing saat ini. Mulai dari jurnalis profesional hingga blogger dapat menulis perjalanannya dengan terampil dan luas. Namun, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menulis berita perjalanan agar berita yang dihasilkan dapat menarik serta mampu mengajak pembaca untuk ikut merasakannya.

Tidak hanya gambar yang dapat membawa pembaca kepada sebuah artikel perjalanan, melainkan adanya penulisan serta deskripsi yang membiarkan pembaca membayangkan bagaimana tempat, suasana, dan keindahan suatu tempat.

“Sebagus apapun foto yang dibuat tanpa cerita bagaikan sayur tanpa garam. Jadi visual yang diberikan harus memiliki narasi yang bagus walaupun pendek tapi ada pesan yang disampaikan” ujar Joni Aswira Putra selaku Jurnalis GATRA saat ditemui Media Publica dalam seminar Travel Journalism yang diadakan Lembaga Pers Mahasiswa Industria pada Sabtu (4/7).

Joni sedang memaparkan materi penulisan berita perjalanan pada seminar Travel Journalism. (Foto: Media Publica/Aji).

Joni sedang memaparkan materi penulisan berita perjalanan pada seminar Travel Journalism. (Foto: Media Publica/Aji).

Menurut Joni menulis berita layaknya feature lebih menarik karena dapat menguak informasi lebih dengan memaparkan sebuah tempat secara deskriptif dan mengaduk emosi pembaca karena menggunakan kata-kata yang emosional. Selain itu teknik menulis ini memberikan hiburan juga menumbuhkan keteratarikan pembaca untuk berkunjung ke tempat yang dituliskan.

Terdapat beberapa langkah sebelum menulis berita perjalanan atau yang dikenal sebagai pra-penulisan. Yang pertama adalah merencanakan perjalanan berikut akomodasi dan transportasi. Kedua, cari informasi penting mengenai tujuan seperti nama tempat, jarak tempuh, dan rute perjalanan. Jangan lupakan momen penting agar dapat dituangkan dalam tulisan.  Selanjutnya libatkan semua panca indera untuk merasakan segala hal yang nantinya akan membuat tulisan lebih kaya. Terakhir, bangun keintiman dengan warga sekitar serta pahami kekhasan budayanya.

Setelah itu proses penulisan dimulai. Dalam menulis berita perjalanan kerangka tulisan dapatlah membantu. “Pertama kita mau menulis apa, lanjut ke paragraf kedua dan ketiga, lalu masukan informasi tentang tempat, waktu, keadaan dan hal yang kita dapatkan” tutur Joni.

Hal yang harus diperhatikan dalam menulis berita perjalanan adalah informasi panduan perjalanan seperti transportasi yang menjadi penting untuk mengajak pembaca merasakan perjalanannya.

Selain itu, penggunaan lead yang menarik dan tidak membosankan juga harus diperhatikan. Serta tidak lupa untuk senantiasa memperbanyak data dan riset mengenai budaya, sejarah, dan eksistensi tujuan wisata yang akan dikunjungi.

Reporter: Aji Putra Bartowinata, Danila Stephanie

Editor: Anisa Widiasari