Published On: Sat, Jun 4th, 2016

Muhammad Ali, Sosok Petinju Legendaris dan Aktivis Sosial

Muhammad Ali (Sumber: Mirror.co.uk)

Muhammad Ali (Sumber: Mirror.co.uk)

Media Publica – Cassius Marcellus Clay Junior atau yang lebih dikenal sebagai Muhammad Ali adalah petinju terhebat sepanjang sejarah dimana ia meraih rekor 56 kemenangan dan 5 kali kalah. Semasa hidupnya Ali terlibat melambungkan nama-nama besar dalam dunia tinju setelah bertanding satu ring dengannya, seperti Larry Holmes dan Leon Spinks. Ia juga berhasil mempromosikan Mike Tyson setelah ia menjadi mentornya. Berbagai prestasi, baik di luar maupun di dalam ring menjadi inspirasi bagi setiap orang khususnya para petinju. Tak heran jika ia diakui oleh dunia dengan julukan sebagai ‘The Greatest’.

Ali kecil lahir di Louisville, Kentucky 17 Januari 1942. Kemenangan pertamanya lahir setelah mengikuti olimpiade di Roma, Italy pada tahun 1960 di kompetisi tinju kelas ringan. Ketika itu Ali masih berumur 18 tahun dan ia berhasil memenangkan emas pertamanya. Nama Muhammad Ali pun semakin melambung dan kiprahnya di dunia tinju membaik.

Ali juga melakoni banyak pertandingan besar yang sangat bersejarah dalam pertinjuan, yakni Trilogi melawan Joe Frazier The Fight Of The Century (1971), Super Fight II (1974), The Thrilla In Manila (1975) lalu The Rumble In The Jungle (1974) mengalahkan George Foreman di Kinshasa, Zaire. Selain itu Ali juga dikenal sebagai juara dunia tinju kelas berat tiga kali berturut-turut. Contohnya saat mengalahkan Sonny Liston pada tahun 1964 dan menyabet sabuk kelas berat perdananya, kemudian merebut kembali gelar World Boxing Council (WBC) dan World Boxing Association (WBA) setelah meng-K.O George Foreman serta mempertahankan gelar kelas beratnya untuk terakhir kali pada tahun 1978 dari lawannya, Leon Spinks.

Muhammad Ali pada acara Celebrity Fight Night, sebuah acara untuk menggalang dana dan bentuk perhatian untuk penelitian penyakit parkinson yang dikelola oleh Muhamad Ali Parkinson Center. (Sumber: mirror.co.uk)

Muhammad Ali pada acara Celebrity Fight Night, sebuah acara untuk menggalang dana dan bentuk perhatian untuk penelitian penyakit parkinson yang dikelola oleh Muhamad Ali Parkinson Center.
(Sumber: mirror.co.uk)

Di masa kejayaannya, Ali tak luput dari masalah kontroversial hingga berpengaruh pada karir tinjunya. Ia menolak mengikuti wajib militer oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk dikirim ke Perang Vietnam hingga akhirnya dilarang oleh pihak berwenang untuk bertinju. Keberanian dan sikap anti-perangnya mempelopori gerakan perdamaian yang tumbuh di masyarakat setempat. Tak hanya itu, Ali juga melakukan beberapa misi sosial seperti negosiasi membebaskan para sandera AS di Irak maupun memberikan bantuan pasokan medis ke Kuba. Sosok Ali menginspirasi dunia sehingga ia dinobatkan sebagai Messenger of Peace oleh PBB pada tahun 1998.

Muhammad Ali cukup menginspirasi berbagai kalangan dan dikenal sebagai sosok juara, pemimpin serta aktivis sosial. Kabar wafatnya Ali membuat dunia olah raga berduka, para petinju profesional silih berganti mengutarakan kehilangan mereka lewat twitter salah satunya adalah Mike Tyson. “God came for his champion. So long great one.” (red-Tuhan datang untuk juaranya. Sampai bertemu, Orang Hebat).

Selain Mike Tyson, mantan juara bertahan tinju kelas menengah Manny Pacquiao mengungkapkan kehilangannya melalui akun twitternya. “We lost a giant today. You will always be GOAT. Our hearts and prayers go out to the Ali family. May God bless them.” (red-Kami kehilangan si Besar hari ini. Kamu akan selalu menjadi GOAT. Hati dan doa kami untuk keluarga Ali. Semoga Tuhan memberkati mereka).

Dari Indonesia, Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya sang petinju legendaris. “Innalillahi waina ilaihi rojiun,turut berduka atas wafatnya petinju legendaris @muhammadAli. Semoga amal ibadahnya diterima Allah SWT,aamiin,” ungkapnya pada akun twitter @Pak_JK.

Muhammad Ali menghembuskan napas terakhirnya pada 3 Juni 2016 di usia 74 tahun di Rumah Sakit Kota Phoenix, Arizona karena komplikasi sindrom Parkinson dan akan dimakamkan di kampung halamannya Louisville, Kentucky oleh keluarganya.

Sumber: Berbagai Sumber

Editor: Rangga Dipa Yakti