Ilustrasi: www.shiftindonesia.com
Ilustrasi: www.shiftindonesia.com

Jakarta, Media Publica – Opini merupakan sebuah gagasan pribadi yang diutarakan atas suatu masalah. Namun apakah kita bisa asal berpendapat dalam menulisnya? Tentu tidak. Sebelum menulis opini kita harus melakukan riset pada masalah yang akan ditulis. Lalu bagaimana cara menulis opini yang baik?

Menulis opini haruslah subjektif untuk menunjukan sikap atas suatu permasalahan. “Subjektifitas itu bukan berarti kita tidak bisa berpikir rasional dan tidak objektif, opini memberikan ruang kepada kita untuk berpihak” ujar Arman Dhani selaku wartawan Tirto ID  yang merupakan pembicara dalam materi teknik penulisan opini dan kolom pada acara Pelatihan Jurnalistik Mahasiswa (PJM) yang diselenggarakan oleh Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Aspirasi, Rabu (18/5).

Sebelum menulis opini ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama, menentukan tema. Kedua, melakukan riset yang dilakukan untuk mengumpulkan data yang kredibel. Ketiga, menyusun outline untuk menulis kerangka tulisan agar lebih sistematis dan jelas. Yang terakhir mulailah tulis opini tersebut. Tulis apapun yang ada dipikiran sampai selesai, lalu bacalah kembali. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan dan tidak keluar dari tema yang telah dibuat.

Menurut Arman, keberagaman opini membuat penulis harus bisa membawakan pesan dengan caranya masing-masing kepada pembaca. Contohnya santir yang bertujuan untuk menghibur, namun juga terdapat opini yang serius.

Arman mengatakan bahwa hal terpenting yang harus dilakukan dalam menulis opini adalah riset, verifikasi dan sikap skeptis. Kita tidak boleh mudah percaya akan data yang didapat sebab banyak sekali data yang diberikan tidak jelas sumber dan keakuratannya. Dengan begitu, opini yang dibuat juga dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu fakta merupakan hal penting agar setiap tanggapan dari pembaca bisa kita jelaskan dengan data tersebut.

“Kamu harus berani bertanggung jawab atas apa yang kamu tuliskan karena itu opini kamu dan kamu menganggapnya penting. Sebab kalau itu berita yang tidak benar, kedepannya tidak akan dipercaya lagi”tambahnya.

Arrman Dhani menyampaikan materi opini dan kolom pada acara PJM ke-31 pada Rabu (18/5) (Sumber Foto: Danila Stephanie)
Arrman Dhani menyampaikan materi opini dan kolom pada acara PJM ke-31 pada Rabu (18/5) (Sumber Foto: Danila Stephanie)

PJM kali ini mengangkat tema ‘’Relevansi media sebagai kontrol sosial’’ yang diadakan di Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta. PJM kali ini memberikan materi dengan pembicara yang sudah kreadibel di bidangnya seperti Philipus Parera (TEMPO), Muhamad Heychael (REMOTIVI), Dharma Wijayanto (GATRA), Rusdi Mathari (AJI), Hesthi Murthia (AJI) dan Arman Dhani (TIRTO ID).

Reporter: Aji Putra Bartowinata, Danila Stephanie

Editor: Anisa Widiasari

 3,313 total views,  4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.