Published On: Mon, May 23rd, 2016

Konvergensi Media dan Perkembangan Jurnalisme Warga

Ilustrasi (Sumber: Kompasiana)

Ilustrasi
(Sumber: Kompasiana)

Jakarta, Media Publica – Perkembangan teknologi yang sangat pesat membuat masyarakat mudah mendapatkan berbagai informasi secara mudah dan cepat. Hal tersebut juga menjadi penyebab beberapa media cetak tidak bisa bertahan hidup dalam dunia industri, sehingga banyak perusahaan media cetak yang tutup. Fenomena tersebut juga pernah dibahas oleh Bre Redana, seorang jurnalis yang menulis artikel ‘Inilah Senjakala Kami’, yang berisikan eksistensi media cetak yang kian menurun.

Pergeseran media berbasis cetak ke teknologi semakin pesat karena bersamaan dengan meningkatnya permintaan masyarakat. Di era digitalisasi seperti sekarang ini, diakui oleh Nurulloh selaku Content and Community Editor Kompasiana dapat menggeser keberadaan media cetak pada zaman mendatang.

“Mungkin generasi nanti yang baru lahir 2020 mereka udah gak baca koran fisik lagi, mungkin nanti koran digital atau mereka membuat media sendiri karena sekarang bukan zamannya institusi media, tapi semua orang pemilik media seperti blog pribadi,” ucap Nurulloh saat ditemui oleh Media Publica pada Jumat (14/5) usai mengisi seminar ‘Konvergensi Media dan Jurnalisme Warga’ di UPDM(B).

Dalam seminar tersebut, dibahas pula mengenai citizen journalism atau jurnalisme warga. Perkembangan jurnalisme warga sangat pesat seiring dengan banyaknya tulisan pribadi dalam menanggapi sebuah isu yang tengah berkembang di masyarakat. Ketika dimintai pendapatnya mengenai hal tersebut, Nurulloh mengatakan jika dengan adanya jurnalisme warga dapat meringankan tugas seorang wartawan.

“Dengan adanya citizen journalism konten makin kaya, di satu sisi meringankan tugas wartawan. Mungkin warga lebih percaya pada mereka karena tulisannya tanpa kepentingan. Kalau warga atau kita biasa aja yang penting laporan apa yang kita lihat dan denger kita laporkan di media kita,” ungkap pria yang merupakan lulusan Fisip UPDM(B) tahun 2008 tersebut.

 

Reporter: Danila Stephanie & Anisa Widiasari

Editor: Dianty Utari Syam