Published On: Tue, Apr 12th, 2016

Whiplash: Proses Panjang Menuju Musisi Jazz Profesional

Judul: Whiplash Sutradara: Damien Chazelle Pemain: Miles Teller, J.K. Simmons, Paul Reiser

Judul: Whiplash
Sutradara: Damien Chazelle
Pemain: Miles Teller, J.K. Simmons, Paul Reiser

Media Publica – “Gapailah cita-citamu setinggi langit”, mungkin pepatah tersebut cocok untuk menggambarkan kisah dari film Whiplash. Film garapan sutradara Damien Chazelle menceritakan impian seorang pemain drum, Andrew Neyman (Miles Teller) untuk meraih pencapaian terbesar dalam hidupnya sebagai drummer jazz. Andrew yang tengah menjalani pendidikannya di sekolah musik Shaffer Conservatory, menaruh harapan besar kepada Terrence Fletcher (J.K. Simmons), seorang guru di sekolahnya yang dikenal keras dalam metode pengajarannya.

Selama mengikuti kelas Fletcher, Andrew merasa senang karena Fletcher memuji permainan drumnya yang baik. Pujian tersebut berlanjut dengan tawaran Fletcher kepada Andrew untuk bermain di band jazz yang dimentori oleh guru tersebut. Pada awalnya, Fletcher bangga dan terus memuji permainan drum Andrew, namun pada suatu pertemuan latihan band, Andrew mendapatkan suatu hal yang tidak ia duga sebelumnya.

Kesalahan Andrew dalam memainkan tempo sebuah lagu memancing amarah Fletcher. Fletcher yang dikenal perfeksionis tersebut tidak segan melakukan kekerasan secara fisik, verbal hingga psikologis kepada Andrew. Bahkan hal yang tidak diduga lainnya adalah, Andrew dikeluarkan oleh Fletcher dari sekolah tersebut.

Ayah Andrew yang diperankan oleh Paul Rieser, tidak terima oleh tindakan Fletcher dan ingin mengadukannya ke ranah hukum. Namun, hal tersebut akhirnya dibatalkan karena Andrew yang masih bersikukuh dan menganut paham bahwa semua yang dialaminya ialah sebagai proses menuju keinginannya sebagai musisi jazz yang handal.

Hal tersebut nyatanya menjadi motivasi tersendiri bagi Andrew untuk terus berlatih secara otodidak. Hingga pada suatu ketika Andrew kembali bertemu Fletcher dan mendapat tawaran untuk ikut tampil dalam suatu pertunjukkan musik. Kesungguhan Andrew diciptakan dari tekadnya yang tetap ingin tampil meskipun ia sebelumnya mengalami kecelakaan.

Bagian paling seru dan menegangkan dalam film ini diciptakan oleh Fletcher, dimana ia berperan sebagai guru yang galak agar semua muridnya mampu mewujudkan cita-cita mereka sebagai musisi yang professional. Begitu pula dengan Andrew yang kerap mendapatkan caci maki bahkan kekerasan secara fisik dari Fletcher. Namun berkat tekadnya yang kuat, Andrew nyatanya mampu mematahkan itu semua pada akhir cerita film yang dirilis pada 2014 ini.

Substansi jazz yang diharapkan muncul dalam film ini memang tidak terlalu banyak, seperti soal lagu, musisi, atau sejarah musik jazz. Kurang lebihnya set film mengambil gambar permainan drum Andrew atau saat band asuhan Fletcher berlatih. Pembicaraan mengenai jazz hanya sedikit terselip dalam dialog antar Fletcher di Andrew di sebuah klub jazz.

Melalui film ini dapat kita ambil sebuah nilai bahwa dibutuhkan tekad yang kuat diperlukan dalam setiap individu sebagai pondasi dalam meraih segala sesuatu yang dicita-citakan, sekalipun menjadi seorang musisi. Selain itu dapat dipahami pula bahwa tidak ada proses yang instan dalam meraih suatu tujuan, semua itu diperlukan proses yang panjang dan tidak mudah. ‘Proses tidak akan mengkhianati hasil’ tampak jelas dalam alur cerita di film ini.

Film independen asal Amerika ini masuk ke dalam lima nominasi Oscar pada tahun 2015, yakni untuk kategori Best Picture, Best Adapted Screenplay, Best Film Editing, Best Sound Mixing dan Best Supporting Actor (J.K. Simmons). Film ini juga sukses menyabet penghargaan tertinggi dari juri dan penonton dalam Sundance Film Festival di tahun 2014. Film ini ternyata terinspirasi dari pengalaman pribadi sang sutradara di masa SMA ketika ia bermain di band jazz. Menurutnya, jazz terus berkembang dengan sangat kompetitif.

Peresensi: Dianty Utari Syam