Published On: Wed, Feb 24th, 2016

Realitas Cinta dan Politik dalam A Copy of My Mind

Judul: A Copy of My Mind Sutradara: Joko Anwar Pemain: Tara Basro, Chicco Jerikho, Ario Bayu, Paul Agusta

Judul: A Copy of My Mind
Sutradara: Joko Anwar
Pemain: Tara Basro, Chicco Jerikho, Ario Bayu, Paul Agusta

Media Publica – Kejujuran, cinta dan politik. Potret kehidupan tersebut dapat Anda temui ketika menonton film ‘A Copy of My Mind’ garapan sutradara Indonesia ternama, Joko Anwar. Film ini merupakan ungkapan kritik Joko  terhadap sisi lain Indonesia dan realitas kehidupan ibukota.

Berawal dari cerita keseharian Sari yang bekerja sebagai pemijat wajah di salon kecantikan kelas menengah. Keseharian yang ia lalui pun monoton, tinggal di kamar kos yang padat penghuni, bekerja di salon, membeli dan menonton DVD bajakan setelah pulang kerja. Perempuan penyuka film science-fiction ini pun menyadarinya hingga mencoba pindah kerja ke salon kecantikan untuk kalangan atas.

Suatu hari, Sari protes meminta ganti rugi ke sebuah toko DVD karena teks terjemahan DVD yang dibelinya berantakan. Sebagai pelampiasannya, ia pun mengutil DVD baru di toko tersebut. Alek, seorang penerjemah teks DVD bajakan, melihat aksi Sari dan memergokinya. Dari momen tersebut, mereka pun berteman hingga memadu kasih.

Kehidupan mereka pun mulai berubah ketika Sari mencuri DVD dari klien salonnya bernama Mirna. Ia seorang perantara perdagangan undang-undang antara pengusaha dengan anggota dewan yang ditahan di penjara bak hotel berbintang lengkap dengan fasilitasnya.

DVD yang diambil Sari ternyata berisi rekaman perundingan jual-beli undang undang yang difasilitasi Mirna. Dalam rekaman itu pula, pejabat yang terlibat merupakan calon kandidat presiden. Sari diteror oleh orang tak dikenal akibat DVD tersebut. Alek pun ikut larut dalam masalah Sari hingga merubah kehidupannya.

Sisi gelap Indonesia terekam nyata dan detail dalam film ini. Mulai dari kurangnya kesejahteraan rakyat, pembajakan karya cipta secara besar-besaran namun tertutup hingga permainan politik kalangan atas demi kepentingan semata. Joko sengaja melakukan pengambilan gambar dengan settingan apa adanya sehingga terekam ekspresi alami orang-orang di sekitar lokasi film. Didukung dengan latar suasana kampanye menjelang pemilihan presiden 2014, ‘A Copy of My Mind’ juga membawa penonton larut dalam keadaan politik Indonesia.

Tara Basro berhasil menampilkan karakter tokoh Sari begitu natural, tak terlihat sedang berakting. Begitu pula dengan Alek yang diperankan oleh Chicco Jerikho. Joko sendiri menerapkan teknik yang merangsang para pemainnya untuk menjadi karakter tokoh tersebut. Alhasil, para pemain terlihat nyaman dan bersatu dengan karakter yang diperankan.

‘A Copy of My Mind’ berhasil diputar pada ajang Festival Film Internasional Toronto 2015. Tak hanya itu, film yang rilis tahun 2016 ini juga meraih penghargaan di Asian Project Market di Festival Film Busan 2014 serta memenangkan beberapa nominasi di Festival Film Indonesia 2015. Film ini menjadi bukti nyata bahwa Indonesia masih memiliki karya film layar lebar yang berkualitas.

 

Peresensi: Rarasati Anindita