Published On: Sun, Feb 14th, 2016

Peduli Pendidikan, Pemuda Asal Pangandaran Bangun Sekolah Gratis

Ai Nurhidayat, Pemuda asal Pangandaran  berupaya mengembangkan pendidikan di kampung halamannya dengan membuka sekolah gratis yaitu Komunitas Belajar Sabalad.  (Foto: Dokumentasi Pribadi)

Ai Nurhidayat, Pemuda asal Pangandaran berupaya mengembangkan pendidikan di kampung halamannya dengan membuka sekolah gratis yaitu Komunitas Belajar Sabalad.
(Foto: Dokumentasi Pribadi)

Media Publica – Gantungkan cita-citamu setinggi bintang di langit, sebuah slogan pendidikan yang terbenak sejak kecil. Tidak meratanya pendidikan di Indonesia masih menjadi permasalahan. Fenonema tersebut pun dirasakan oleh Ai Nurhidayat, pemuda asal Pangandaran. Meski terkendala dana, pria lulusan Universitas Paramadina Jakarta ini berupaya ingin mengembangkan pendidikan di kampung halamannya dengan membuka sekolah gratis yaitu Komunitas Belajar Sabalad.

Ai prihatin dengan kondisi pendidikan di kampung halamannya karena banyak orang yang putus sekolah, tidak mempunyai ruang ekspresi. “Banyak orang yang gak punya ruang aktualisasi diri dan banyak juga yang mengandalkan hidupnya kekota-kota besar.  Masa gue rela anak–anak  muda suruh jadi anggota masyarakatnya Ridwan Kamil sama Ahok kan, terus kapan disini maju?,” ujar Ai saat ditemui oleh Media Publica, Minggu (31/1) lalu.

Komunitas Belajar Sabalad ini hadir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam waktu 24 jam di wilayah Pangandaran. Selain itu, ini merupakan wujud kepedulian Ai terhadap ketertarikan minat baca masyarakat disini. Tidak lupa dengan motto komunitas ini adalah mencari ilmu selama-lamanya dan kawan sebanyak-banyaknya.

Komunitas Belajar Sabalad pernah meraih beberapa penghargaan, yakni pengahargaan sebagai Organisasi Kepemudaan Jawa Barat bidang Tata Kelola Organisasi, Juara 1 Organisasi Kepemudaan Berbasis Komunitas dari Pemilihan Organisasi Kepemudaan Berprestasi tahun 2015, serta Pengabdian pada masyarakat, lingkungan hidup, program inovatif dan budaya dari pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Saat ini, Ai menjadi  Kepala Program di Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) Bakti Karya Parigi dan Ketua Yayasan Darma Bakti Karya Pangandaran (YDBKP). Sekolah yang kini memiliki 14 siswa-siswi dan 18 guru, terletak di Cikubang, Desa Cintakarya, Kecamatan Parigi, Pangandaran Jawa Barat. SMK ini memiliki dua program yaitu Keahlian Teknik Komputer Jaringan (TIJ) dan jurusan Multimedia. Tak hanya itu, sekolah ini tidak dipungut biaya apapun dan semua anak yang ingin belajar boleh bergabung.

Pada tahun 2015, SMK Bakti Karya Parigi mendapatkan hibah 2 ruangan kelas dari pemerintah Provinsi Jawa Barat dan meraih penghargaan yang tidak kalah hebatnya. “SMK Bakti Karya dan Komunitas Belajar Sabalad pada tahun 2014 sudah meraih penghargaan Gotra Sawala Award kategori Promising Ethnographic Film 2014,” tutupnya.

Reporter: Desi Nurhayati Tanjung

Editor: Prasriana Fitriesti