Ilustrasi (Sumber: dailymail.co.uk)
Ilustrasi
(Sumber: dailymail.co.uk)

Jakarta, Media Publica – Penerapan kebijakan kantong plastik berbayar oleh pemerintah akan diuji coba mulai 21 Februari 2016 bersamaan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Uji coba program ini dilakukan secara bertahap hingga 5 Juni 2016. Kemudian setelahnya akan dilakukan evaluasi agar dapat diterapkan secara permanen. Kebijakan tersebut bertujuan untuk mengurangi pencemaran lingkungan dari sampah plastik.

Sebagai informasi, saat ini jumlah timbunan sampah kantong plastik terus meningkat signifikan dalam 10 tahun terakhir. Sekitar 9,8 miliar lembar kantong plastik digunakan oleh masyarakat Indonesia setiap tahunnya. Dari jumlah tersebut, hampir 95 persen kantong plastik menjadi sampah. Sementara kantong plastik sulit diurai oleh lingkungan dan berdampak pada rusak dan tercemarnya ekosistem tanah maupun air. Indonesia merupakan negara kedua di dunia yang menjadi penghasil sampah plastik terbesar yang dibuang ke laut.

Kebijakan ini mendapat sambutan yang cukup tinggi dari beberapa kota yang ada di Indonesia. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jendral Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) Tuti Hendrawati yang mengatakan bahwa sejumlah 22 kota telah berkomitmen untuk mengikuti program ini.

“Awalnya, ada 17 kota yang akan ikut serta, tapi karena antusiasme nya tinggi, jadi ada lima kota lain,” ucap Tuti seperti yang dilansir di Tempo. Adapun kota yang berpartisipasi yakni, Jakarta, Bandung, Bekasi, Depok, Bogor, Tangerang, Solo, Semarang, Surabaya, Denpasar, Palembang, Medan, Balikpapan, Banjarmasin, Makassar, Ambon dan Papua. Lima kota lain yang menyusul ialah Jayapura, Pekanbaru, Banda Aceh, Kendari dan Yogyakarta.

Tuti menambahkan kota yang berpartisipasi telah melakukan sosialisasi dengan menggandeng perusahaan pengusaha retail modern setempat. Toko retail dipilih menjadi sasaran pemerintah untuk kebijakan ini karena dinilai sebagai penyumbang kantong plastik terbesar. Peretail diminta tidak menyediakan kantong plastik secara bebas, namun konsumen harus membelinya. Dengan demikian, diharapkan konsumen semakin sadar untuk mengurangi kantong plastik atau menggantinya dengan tas belanja.

 

Sumber: tempo.co dan republika.co.id

Editor: Rarasati Anindita

1,189 total views, 4 views today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.