Published On: Sat, Jan 23rd, 2016

Mengapresiasi Karya Musisi dan Seniman di Warung Apresiasi

Warung Apresiasi (Wapress) hadir sebagai wadah untuk mengapresiasi karya musisi dan seniman. (Foto: Media Publica/Abrar)

Warung Apresiasi (Wapress) hadir sebagai wadah untuk mengapresiasi karya musisi dan seniman. (Foto: Media Publica/Abrar)

Jakarta, Media Publica – Seiring dengan banyaknya musisi dan seniman yang bermunculan, semakin dibutuhkan pula sebuah wadah atau tempat untuk menampilkan hasil karya mereka. Tidak hanya sekadar untuk ditampilkan, karya-karya tersebut juga patut diapresiasi sebagai sebuah bentuk penghargaan terhadap karya seni yang mereka hasilkan.

Hal tersebut yang menjadi latar belakang berdirinya Warung Apresiasi (Wapress). Dengan banyaknya musisi dan seniman yang ada, Wapress mencoba untuk mewadahi kreativitas mereka dalam menampilkan segala hasil karya yang diciptakan. Tempat yang berada di kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Bulungan ini, ternyata juga menjadi salah satu latar belakang berdirinya Wapress. Seperti yang diungkapkan oleh Suluh Gembyeng Ciptadi selaku pemilik dari tempat ini, jika lingkungan kesenian sangat berpengaruh terhadap berdirinya Wapress.

“Kalau latar belakang berdirinya Wapress sendiri itu berada di lingkungan gelanggang remaja Jakarta Selatan. Nah, di dalam gelanggang remaja selatan itu tempat pembinaan olahraga dan kesenian. Otomatis banyak komunitas-komunitas yang ada disini. Kemudian mereka ini bersepakat untuk mendirikan suatu tempat yang nantinya bisa dijadikan ruang untuk menampilkan karya-karya mereka,” ungkapnya saat ditemui pada hari Jumat (13/11) lalu.

Salah satu musisi sedang tampil di Wapress pada Sabtu (25/11) lalu. (Foto: Media Publica/Abrar)

Salah satu musisi sedang tampil di Wapress pada Sabtu (25/11) lalu. (Foto: Media Publica/Abrar)

Gembyeng menambahkan, jika Wapress memiliki konsep ‘Apresiasi’. Pada awalnya, konsep tersebut dikukuhkan dengan adanya aturan harus menampilkan karya milik sendiri jika ingin tampil di Wapress. Namun, seiring berjalannya waktu dan seiring dengan berjalannya trend serta seni musik yang ada, Wapress mencoba mengembangkan konsep tersebut dengan menggandeng beberapa komunitas yang ada disana.

“Jadi komunitas-komunitas baik itu musik, ataupun sastra atau apapun itu yang berhubungan dengan kesenian itu kita rangkul untuk kita bikin sesuatu disini. Jadi selain mengapresiasi karya-karya juga jadi wadah bagi komunitas-komunitas ini,” tuturnya.

Nama Warung Apresiasi sendiri dipilih sebagai nama tempat ini karena dianggap memiliki filosofi yang ringan namun berkesan, yang dititikberatkan pada tempat sederhana untuk berkumpul secara bebas tanpa ada aturan selagi menikmati pertunjukan dari musisi dan seniman yang tampil.

Wapress sendiri memiliki kegiatan rutin, yakni Blues Night’ yang diadakan setiap satu minggu sekali di hari Senin. Sementara itu, di hari Jumat diselenggarakan ‘Malam 90-an’ dan di hari Sabtu Wapress dibuka khusus bagi band yang ingin membawakan karya sendiri. Selain itu, terdapat pula acara bulanan yang rutin diadakan oleh berbagai komunitas seperti ‘Rock Night’ dari Indonesian Rockz pada hari Kamis setiap akhir bulan dan Sastra Reboan yang diselenggarakan pada hari Rabu di awal bulan.

Beberapa seniman ternama seperti W.S Rendra dan Sapardi Djoko Damono serta musisi seperti Iwan Fals, Nidji dan D’Masiv pernah tampil disini. Musisi lain yang pernah tampil disini, Bobby Rizkiawan, mengungkapkan pendapatnya mengenai tempat yang didirikan pada 19 Oktober 2002 ini, “Wapress itu menurut gua bagi yang nyaman itu udah akan berasa rumah sendiri, terutama bagi yang doyan berkesenian dan menghasilkan karya. Wapress sangat mengakomodir karya kita sebagai pelaku seni (audio dan visual),” ungkap vokalis dari Raspberry Rock ini.

Wapress dibuka pada pukul 19.00 hingga 12.00 WIB saat weekdays, sedangkan saat weekend, Wapress dibuka hingga pukul 01.00 WIB. Tempat yang terletak di Jalan Bulungan dan bersebelahan dengan Ayam Bakar Ganthari ini juga menjual berbagai CD dan buku karya musisi dan seniman yang pernah tampil di Wapress. Selagi anda menikmati pertunjukkan musik, anda dapat memesan berbagai menu makanan dan minuman yang dijual disini. Wapress dapat anda jadikan tempat untuk sekadar melepas penat sejenak. Sebab, selain sekedar minum, makan atau berbincang-bincang, anda juga dapat menikmati pertunjukan seni disini.

 

Reporter: Dianty Utari Syam

Editor: Prasriana Fitriesti