Published On: Wed, Jan 20th, 2016

Jejak Langkah, Bangkitnya Pergerakan Nasional melalui Organisasi

Judul: Jejak Langkah Penulis: Pramoedya Ananta Toer Penerbit: Lentera Dipantera Jumlah Halaman: 724

Judul: Jejak Langkah
Penulis: Pramoedya Ananta Toer
Penerbit: Lentera Dipantera
Jumlah Halaman: 724

Media Publica – Novel Jejak Langkah merupakan seri ketiga dari tetralogi pulau buru yang berusaha menyoroti dinamika sosial politik yang terjadi pada saat itu di Hindia Belanda. Minke yang memutuskan merantau ke Betawi untuk mencari jati diri dan melanjutkan studi di STOVIA, sekolah kedokteran untuk kaum pribumi. Mengawali kehidupan di Betawi dan sekolahnya benar-benar berbeda 180 derajat dengan kebiasaan sehari-harinya yang berpakaian Eropa dan bisa bebas ke mana saja.

Dalam buku ini juga menggambarkan kemiskinan, kemelaratan, diskriminasi hukum, nasionalisme, budaya sentralistik, dan pendidikan merupakan rangkaian masalah yang sensitif yang nantinya menimbulkan perlawanan. Mobilisasi segala daya untuk melakukan perlawanan atas bercokolnya kekuasaan Hindia atau Belanda yang sudah berlarut-larut umurnya, perlawanan yang tidak dilakukan dalam bentuk bersenjata atau pemberontakan tetapi dengan jalan jurnalistik dan organisasi-organisasi sosial. Perpaduan jurnalis dan organisasi, tidak hanya membangkitkan nasionalisme disetiap kantong perlawanan di daerah, tetapi juga menusuk penjajah di pusat-pusat pemerintahan melalui tulisan.

Terinspirasi dari beberapa hal, gerakan Angkatan Muda di Tiongkok, perlawanan rakyat Filipina terhadap penjajahan Spanyol, dan kemajuan pesat bangsa Jepang di belahan bumi utara, Minke juga terpacu untuk melakukan hal yang sama di Hindia yaitu berorganisasi. Dengan berorganisasi, di dalam diri golongan pribumi akan timbul kesadaran bangsa. Jika tidak segera berorganisasi, pribumi sudah pasti akan semakin jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain. Dia pun segera bergerak membentuk organisasi yang dimaksud. Hasilnya terbentuklah ‘Syarikat Priyayi’. Bersamaan dengan terbentuknya Syarikat Priyayi, koran mingguan ‘Medan Priyayi’ pun terbit.

Lewat Minke, kita dapat membaca proses lahir dan berkembangnya generasi pertama organisasi-organisasi pergerakan pribumi di Hindia yaitu Syarikat Priyayi, Budi Utomo, dan Syarikat Dagang Islamiyah. Melalui ‘Medan Priyayi’ juga memberikan pengaruh luar biasa kepada masyarakat dalam misi menggugah kesadaran bangsa yang nantinya akan bermuara pada bangkitnya rasa nasionalisme.

Novel Pramoedya Ananta Toer ini menawarkan suatu gaya dalam mengisahkan benih-benih awal pergerakan nasional Indonesia. Meski begitu, hal ini sudah cukup untuk memberikan gambaran pada kita tentang situasi dan landasan yang digunakan sebagai pergerakan nasional pada era tersebut.

Pram mampu sejauh ini mengisahkan hal dengan sangat menyentuh dan memainkan emosi serta mengeksplorasi tragisnya kisah cinta namun tetap menyampaikan semangat nasionalisme.

Peresensi: Zulfiyana Rachmawani